Suku bunga acuan Bank Indonesia dikabarkan tetap pada 3,75% setelah Bank Indonesia resmi mempublikasi datanya pada 14.30 WIB hari ini. Penetapan suku bunga ini menjadi kabar positif akibat tidak turunnya acuan yang dapat memperlemah Rupiah.

Suku Bunga Acuan Bank Indonesia Turun

Bank Indonesia baru saja mempublikasi data BI 7 Day Repo Rate yang menyatakan bahwa suku bunga acuan Indonesia masih berada tetap di 3,75%. Keputusan ini datang dari Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang dilaksanakan pada 16 hingga 17 Desember 2020.

Keputusan tetapnya suku bunga acuan ini datang bersama penetapan suku bunga pinjaman pada 4,5% dan suku bunga tabungan pada 3%. Penetapan ini dikabarkan sesuai dengan rencana Bank Indonesia yang masih merasa bahwa kondisi perekonomian mulai tumbuh dengan baik.

Selain itu, langkah ini juga sesuai dengan keputusan untuk menjaga stabilitas nilai rupiah yang nampaknya masih terlihat stabil. Penetapan suku bunga yang tidak turun kembali juga berdampak positif pada perekonomian serta nilai tukar rupiah.

Hal ini disebabkan dengan tetapnya suku bunga acuan maka nilai rupiah tidak akan kembali tergerus. Selain itu, dengan tetapnya suku bunga acuan Bank Indonesia, stabilitas pertumbuhan ekonomi juga tidak akan tergeser menjadi terlalu cepat, yang dapat menciptakan dampak buruk.

Dampak terhadap Rupiah

Namun, secara keseluruhan, penetapan suku bunga acuan Bank Indonesia yang tetap ini akan membuat rupiah naik dalam jangka pendek. Hal ini disebabkan kebijakan tersebut sesuai dengan prediksi pasar dan juga mengingat mata uang utama mayoritas sedang turun, rupiah diperkirakan akan menguat.

Ke depannya ada kemungkinan bahwa apresiasi rupiah akan kembali terjadi, namun Tahun 2021 memberikan pandangan yang belum jelas. Hal ini disebabkan akan adanya banyak faktor eksternal yang akan mempengaruhi kondisi stabilitas global.

Baca juga: GBPUSD Diprediksi Naik Akibat Dana Stimulus Amerika

Sehingga, ada kemungkinan bahwa hubungan internasional Indonesia akan mulai terpengaruh yang kemungkinan besar akan mengarah ke positif. Jika benar mengarah ke arah positif, ada dua kemungkinan juga terhadap nasib rupiah.

Kemungkinan pertama adalah rupiah dapat menjadi lebih kuat akibat perekonomiannya yang mulai stabil kembali. Namun dengan stabilitas politik global, kemungkinan mata uang lain juga dapat terapresiasi yang membuat rupiah sebagai mata uang negara berkembang, tertekan.

Tags: