Suku bunga acuan akan secara resmi dipublikasi oleh Bank Indonesia untuk Bulan Februari 2021. Diprediksi oleh pasar bahwa kondisi suku bunga acuan akan turun.

Penurunan ini juga kemungkinan besar adalah salah satu kelanjutan dari sudut pandang ekspansif yang masih terus diterapkan oleh Bank Indonesia hingga saat ini.

Suku Bunga Acuan Diumumkan Hari Ini

Bank Indonesia dikabarkan akan mengumumkan suku bunga acuan untuk Bulan Februari 2021 pada 18 Februari 2021 pada pukul 14.30 WIB.

Diprediksi bahwa suku bunga Indonesia akan mengalami penurunan dari 3,75% menjadi 3,5% untuk Bulan Februari.

Penurunan suku bunga ini dapat disebabkan oleh dua hal utama, yaitu sudut pandang kebijakan ekspansif yang masih terus didorong dan juga Kesehatan Rupiah di pasar internasional.

Saat ini, angka Covid-19 di Indonesia terlihat masih terus meningkat dan belum memperlihatkan pertanda menurun.

Oleh karena itu, untuk tetap menjaga kondisi perekonomian tetap bergerak, Bank Indonesia masih terus mempertahankan sudut pandang moneter ekspansifnya.

Sehingga saat ini dana bantuan sosial masih terus disebarkan bersama dengan potensi pemotongan suku bunga acuan ini.

Dampak Terhadap Rupiah

Selain itu, nampaknya tujuan dari pemotongan suku bunga ini adalah untuk menjaga kondisi kesehatan dari Rupiah agar tetap menguat secara stabil.

Saat ini Rupiah terus mengalami apresiasi terutama terhadap Dolar Amerika, dan kemungkinan besar mulai dirasa terjadi terlalu cepat.

Hal ini disebabkan Rupiah bergerak secara cepat dari sebelumnya berada di Rp14.200 per 1 Dolar Amerika hingga Rp13.800 saat ini.

Baca juga: AUDUSD Diprediksi Naik Bersama Berakhirnya Pembatasan Sosial

Apresiasi yang terjadi terlalu cepat dapat memperlambat pertumbuhan perekonomian Indonesia sehingga intervensi oleh bank sentral perlu dilakukan.

Hal ini disebabkan dengan Rupiah yang semakin menguat, maka barang dari Indonesia akan dinilai mahal dan berpotensi mengalami penurunan volume.

Hasilnya pasar ekspor akan turun sehingga untuk mencegah hal ini terjadi, terutama dengan turunnya mayoritas mata uang negara utama, suku bunga acuan dipotong.

Sehingga dengan adanya penurunan suku bunga, kemungkinan besar nilai Rupiah akan bergerak turun terhadap Dolar Amerika. Namun, dengan masih volatilnya Dolar Amerika akibat kondisi perekonomiannya, dampak pemotongan suku bunga nampak akan terhambat sebelum terjadi.

Tags: