Presiden Amerika Serikat Donald Trump terlihat memanas. Lantaran dolar AS yang terus perkasa setelah bertahun-tahun merasakan apresiasi mata uang AS yang susah dikalahkan.

“Ini saat yang tepat untuk memiliki dolar yang kuat. Semua orang ingin berada di (posisi) dolar karena kami mempertahankan kekuatanyya. Saya membuatnya tetap kuat,” ujar Trump dalam sebuah wawancara dengan Fox Business News.

Trump dan Dolar AS

Komentar tersebut bertolak belakang dengan pernyataan selama masa kepresidenannya di mana ia mencerca kekuatan dolar. Mata uang yang kuat membuat tingkat ekspor AS kurang kompetitif di luar negeri. Hal inimerugikan perusahaan yang perlu mengubah pendapatan asing mereka menjadi dolar.

Trader semakin mengabaikan komentar-komentar itu. Bahkan dolar telah naik sekitar 3% terhadap beberapa rekan-rekan sejak pemilihan presiden 2016. Peningkatan ini dipicu oleh kinerja ekonomi AS yang relatif lebih baik daripada di Eropa dan Asia. Keuntungan tersebut turut dipercepat oleh permintaan safe-haven baru-baru ini meningkat di tengah gejolak di pasar keuangan karena wabah virus corona.

“Entah Trump bereaksi dengan gegabah, atau telah menyadari bahwa ia tidak dapat melemahkan mata uang AS, jadi ia merangkulnya,” ungkap John Doyle, wakil presiden bidang perdagangan dan perdagangan, di Tempus Inc di Washington.

Pada akhirnya, analis melihat kata-kata Trump pada dolar memiliki sedikit dampak jangka panjang pada greenback.

“Komentar Trumps hari ini sama sekali tidak akan mengubah cara saya memperdagangkan mata uang atau mempengaruhi perkiraan saya,” ujar Doyle.

Baca juga: Skenario Bearish Pada Mata Uang di Kawasan Asia Mulai Berkurang

Dampak Komentar Trump Terkait Tiongkok Terhadap Dolar

Presiden Donald Trump juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap Tiongkok atas tanggapannya terhadap krisis virus corona. Ia Menyatakan bahwa dia tidak ingin berbicara dengan presiden Tiongkok ketika para investor resah atas keadaan hubungan perdagangan.

“Saya memiliki hubungan yang sangat baik. Saat ini aku tidak ingin berbicara dengannya,” kilah Trump tentang Presiden Tiongkok Xi Jinping dalam wawancara dengan Fox Business Network.

Trump telah berulang kali menyalahkan Tiongkok atas penanganan wabah virus corona yang berasal dari kota Wuhan pada bulan Desember. Komentarnya dari wawancara membebani saham AS, DJIA, + 1,62% Kamis pagi, meskipun ekuitas rebound di sore hari.

 

Sumber

Tags: