Saham Indofood Melemah Dampak Melonjaknya Harga Gandum

Harga saham duo emiten konsumen milik Grup Salim bergerak melemah pada perdagangan hari ini, Jumat (12/8/22).

Saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) melemah 1,97% dan ditutup di Rp 8.700/unit di sesi I.

Berbeda dengan ICBP, harga saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) juga terkoreksi tetapi lebih tipis dengan pelemahan 0,38% dan ditutup di Rp 6.575/unit.

Sentimen yang turut mempengaruhi pergerakan harga saham emiten konsumen ini adalah kenaikan harga gandum dan mie instan.

Kalau harga gandum melesat, maka biaya produksi yang ditanggung oleh produsen mie instan akan naik dan jika tidak diikuti dengan kenaikan harga jual produk maka marjin laba produsen bisa tergerus.

Baca juga: Rupiah Menguat terhadap Dolar AS Setelah Rilis Inflasi AS!

Di tengah maraknya rumor harga mie instan yang bisa naik sampai 3x karena tingginya harga gandum tersebut, bos INDF yaitu Franky Welirang pun ikut buka suara.

Franky tak menampik, gandum yang masuk pada Agustus hingga September besok bisa saja menjadi harga gandum tertinggi. “Tapi, kenaikan ini tak berdampak banyak terhadap harga mie,” ujar Franky, Rabu (10/8/2022).

“Harga mie instan bisa saja naik, bisa saja. Tapi kalau ada pernyataan yang mengatakan bisa 3 kali lipat, itu berlebihan. Sangat-sangat berlebihan,” kata Franky seperti dikutip dari Detik.com, Rabu (10/8/2022).

“Saya kira nggak perlu ditakut-takuti lah rakyat ya (soal harga mie instan). Harga gandum memang sudah yang tertinggi hari ini. Ya susah, tidak akan naik lagi, saya tidak melihat harga gandum internasional akan lebih tinggi dari hari ini,” tuturnya.

 

Sumber

Baca juga: Harga Bitcoin Hari Ini Bergerak Naik, Kepoin di Sini!