Kripto Hari Ini, Yuk Cek Kabarnya~!

Harga mayoritas kripto hari ini Kamis (11/8) cenderung menguat, di mana investor cenderung merespons positif dari rilis data inflasi AS pada periode Juli 2022.

Melansir data dari CoinMarketCap pada pukul 09:11 WIB, Bitcoin melonjak 6,23% ke harga US$ 24.310 atau setara dengan Rp 360.039.542. Sedangkan Ethereum meroket 11,85% ke posisi US$ 1.884,52 atau Rp 27.909.741.

Sedangkan koin digital (token) alternatif (alternate coin/altcoin) Polkadot terbang 9,65% ke US$ 9,49 (Rp 140.547). Solana melejit 7,78% ke US$ 42,92 (Rp 635.645), dan Cardano melompat 6,51% ke US$ 0,5438 (Rp 8.054).

Bitcoin terpantau menguat ke kisaran harga US$ 24.000 pada perdagangan hari ini. Hal itu karena investor cenderung merespons positif dari rilis data inflasi AS pada periode Juli 2022.

Pada Rabu malam waktu Indonesia, data inflasi AS dari sisi konsumen (Indeks Harga Konsumen/IHK) pada periode Juli 2022 resmi dirilis. Hasilnya pun lebih baik dari ekspektasi pasar.

IHK AS pada bulan lalu melandai ke 8,5% secara tahunan (year-on-year/yoy), dari sebelumnya pada Juni lalu sebesar 9,1%. IHK Juli juga di bawah ekspektasi pasar yakni 8,7%.

“Indeks harga konsumen tidak berubah dibandingkan dengan Juni lalu, jauh di bawah ekspektasi, sementara CPI tidak termasuk barang-barang makanan dan energi yang mudah menguap naik hanya 0,3% terkecil dalam empat bulan,” ujar Departemen Tenaga Kerja AS.

Baca juga: Bursa Asia-Pasifik Menghijau Setelah Rilis Data Inflasi AS!

Bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) akan mempertimbangkan laporan tersebut bersamaan dengan data ekonomi penting lainnya menjelang pertemuan selanjutnya di September.

“Perlambatan pada IHK Juli 2022 tampaknya merupakan bantuan besar bagi The Fed, terutama karena mereka menilai inflasi akan bersifat sementara. Namun, hal tersebut tidak benar… Jika kita melihat angka inflasi yang terus menurun, The Fed mungkin akan mulai memperlambat laju pengetatan moneter,” tutur Pendiri Quadratic Capital Management Nancy Davis dikutip CNBC International.

Pelaku pasar berharap bahwa The Fed dapat bersikap lebih dovish sedikit setelah inflasi Negeri Paman Sam mulai melandai, meski inflasi saat ini dinilai masih cukup tinggi.

Pasar juga berharap bahwa The Fed dapat menjinakkan inflasi tanpa memasukkan ekonomi ke dalam resesi. Dengan inflasi yang mulai melandai, maka The Fed berpotensi meningkatkan suku bunga pada tingkat yang lebih moderat pada pertemuan berikutnya di September.

Meski begitu, dua pejabat The Fed yakni Presiden The Fed Minneapolis, Neel Kashkari dan Presiden The Fed Chicago, Charles Evans menegaskan bahwa ‘The Fed masih akan tetap menaikkan suku bunganya secara agresif, meskipun inflasi melandai.’

 

Sumber

Baca juga: Pasar Kripto Alami Reli Singkat, Berikut Penyebabnya!