PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) atau disebut PGN akan membeli kembali surat utang atau obligasi dengan target pembelian sekitar USD 400 juta atau sekitar Rp 6,29 triliun (asumsi kurs Rp 15.731 per dolar AS).

Mengutip keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Rabu (30/11/2022), PGN mulai melakukan masa penawaran di pasar pada 28 November 2022, dan dijadwalkan berakhir pada 23 Desember 2022.

Pembelian kembali surat utang ini, menurut perseroan sebagai langkah pro aktif dalam mengelola surat utang yang akan segera jatuh tempo apda 2024. Adapun perseroan telah menerbitkan surat utang senior senilai USD 1,35 miliar pada 16 Mei 2024 untuk jangka waktu selama 10 tahun yang tercatat di Bursa Efek Singapura.

“Perseroan saat ini masih dalam tahap penawaran untuk pembelian kembali surat utang sehingga belum diketahui nilai keberhasilan pembelian kembali dalam mengkaji dampak kejadian secara rinci,” tulis perseroan.

Untuk melakukan buyback obligasi ini, PGN telah menunjuk Mandiri Securities Pte Ltd sebagai salah satu dealer manager dalam perjanjian manajer penjual seiring buyback obligasi yang akan dilakukan perseroan.

Baca juga: Permintaan Gas Naik! PGAS Ekspansi Jaringan Gas Dengan Rp 35 Triliun

Pada penutupan perdagangan saham, Selasa, 29 November 2022, saham PGAS naik 0,81 persen ke posisi Rp 1.860 per saham.

Saham PGAS berada dibuka naik 10 poin ke posisi Rp 1.855 per saham. Saham PGAS berada di level tertinggi Rp 1.875 dan terendah Rp 1.855 per saham. Total frekuensi perdagangan 4.297 kali dengan volume perdagangan 298.547 saham. Nilai transaksi Rp 55,6 miliar.

Sebelumnya, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) atau disebut PGN memperkirakan pipa blok Rokan bakal memberikan kontribusi pendapatan hingga USD 140 juta atau sekitar Rp 2,2 triliun (kurs Rp 15.726 per USD).

Direktur Keuangan dan manajemen Risiko PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), Fadjar harianto Widodo menjelaskan, kontribusi itu seluruhnya berasal dari transportasi minyak.

“Karena di 2023 sudah full stream, harapannya kita bisa berikan tambahan pendapatan dari pipa rokan revenue di USD 130—140 juta. Pipa Rokan kami tidak menambah pendapatan untuk gas atau lifting minyak, tapi murni dari pendapatan dari penyaluran atau transportasi minyak mentah,” kata Fadjar dalam paparan publik perseroan, Senin (28/11/2022).

 

 

 

Sumber

Baca juga: Mengenal Surat Utang Negara dan Hubungannya dengan Mata Uang