Dalam pasar forex, nilai sebuah mata uang dapat dipengaruhi oleh beberapa hal, terutama dari kebijakan yang dilakukan oleh negara pemilik mata uang tersebut, seperti melalui surat utang.

Salah satu hal yang jarang diketahui adalah hubungan surat utang negara dengan nilai mata uang yang sebenarnya cukup penting untuk diketahui.

Mengenal Surat Utang Negara

Surat utang negara, atau obligasi adalah sebuah surat yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk menghasilkan uang. Secara singkat, surat utang negara memiliki arti bahwa negara berutang terhadap siapapun yang membeli surat tersebut.

Uang yang dipinjam oleh negara adalah harga dari surat utang tersebut yang akan dibayar dengan keuntungan lebih dimana umumnya disebut dengan istilah yield.

Surat utang negara juga menjadi salah satu alat untuk kebijakan yang dilakukan untuk mengurangi atau menambah jumlah uang yang beredar.

Umumnya surat utang tersebut akan mempengaruhi nilai mata uang akibat hal tersebut. Seperti yang diketahui, kebijakan negara umumnya memiliki dua sifat yaitu kontraktif dan ekspansif.

Pandangan ekspansif umumnya dilakukan saat negara ingin menambah jumlah uang beredar dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Sedangkan kebijakan kontraktif adalah untuk mengurangi jumlah uang beredar atau menekan angka inflasi serta pertumbuhan ekonomi agar tumbuh tidak terlalu cepat.

Hubungan dengan Mata Uang

Hubungan dari surat utang dengan mata uang dapat dilihat dari kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah dimana umumnya bernama quantitative easing atau operasi pasar terbuka.

Contohnya adalah di masa perekonomian saat ini. Saat ini pertumbuhan ekonomi sedang melambat sehingga mayoritas negara memiliki pandangan ekspansif.

Dengan padangan ekspansif, maka negara akan membeli surat utangnya dari masyarakat dan juga bank. Sehingga uang yang beredar akan lebih banyak.

Jika pemerintah mulai membeli surat utangnya kembali, maka umumnya keuntungan dari surat utang tersebut akan turun.

Baca juga: Pergerakan EURJPY Bergerak Naik, Perekonomian Eropa Pulih Perlahan

Namun dengan turunnya keuntungan maka masyarakat memiliki insentif yang kurang untuk membeli sehingga memilih untuk memilik uang kas.

Dengan hal tersebut maka uang beredar akan bertambah dan nilai mata uang tersebut akan turun. Inilah tujuan utama dari kebijakan ekspansif yaitu untuk menambah jumlah uang beredar agar dikonsumsi kembali.

Namun sayangnya dengan surat utang yang dibeli kembali maka nilai mata uang akan turun dan juga sebaliknya. Sehingga hal tersebut yang menyebabkan surat utang memiliki ikatan yang kuat dengan nilai mata uang.

Tags: