Lonjakan inflasi dan kenaikan suku bunga acuan di tingkat global membuat sejumlah nilai mata uang dunia anjlok. Merujuk pada data Refinitiv, terdapat mata uang yang anjlok hingga puluhan persen di hadapan dolar Amerika Serikat (AS) sepanjang tahun ini. Kondisi terparah dialami dolar Zimbabwe.

Mata uang negara tersebut ambruk 83,73% sepanjang tahun ini dari Z$105,949 per US$ 1 di awal tahun menjadi Z$ 633,484/US$ pada perdagangan hari ini, Senin (28/11/2022).

Dolar Zimbabwe ambruk setelah dilanda krisis berkepanjangan setelah pemakzulan Presiden Robert Mugabe pada 2017, pandemi Covid-19, lonjakan inflasi, serta kenaikan suku bunga di tingkat global.

Peso Argentina juga ambruk sangat dalam yakni 38% sepanjang tahun ini disusul dengan pound Mesir yang anjlok 36,1% dan Lira Turki yang jatuh 28,3%.

Pelemahan mata uang dialami juga oleh negara maju mulai dari Inggris, Swiss, dan Jepang. Yen menjadi mata uang utama Asia dengan kinerja terburuk pada tahun ini, anjlok sebesar 17,3%.

Mata uang utama Asia lain yang terpuruk di hadapan dolar AS adalah renminbi China yang jatuh 11,3% dan won Korea yang ambruk 11%.

Mayoritas mata uang tunduk pada dolar AS  setelah The Fed mengerek suku bunga secara agresif pada tahun ini.

Baca juga: Kripto Anjlok Lagi, Apa Sih Penyebabnya?

Suku bunga acuan The Fed naik 375 bps sepanjang tahun ini menjadi 3,75-4,0%. Kebijakan agresif tersebut membuat dolar AS yang berstatus aset aman semakin dicari investor.

Pada 29 September 2022, nilai mata uang Inggris, poundsterling, ambruk hingga menyentuh rekor terlemah sepanjang sejarah melawan dolar AS. Pada tanggal tersebut, poundsterling ambruk hingga 4,37% ke US$ 1.0382/GBP. Rekor terlemah poundsterling sebelumnya berada di US$ 1,0520/GBP yang tercatat pada 26 Februari 1985.

Sementara itu, mata uang Franc Swiss terperosok 3,5% dan krone Norwegia jatuh 10,8%.

Steve Hanke, profesor Applied Economics dan Director Troubled Currencies Project di AS merilis mata uang terlemah sejak 2020.

Ada tujuh mata uang Afrika yang melemah paling dalam yakni dolar Zimbabwe, peso Sudan, naira Nigeria, cedis Ghana, kwacha Malawi, Leone Sierra Leon,

Peso Sudan ambruk 84,95%, naira Nigeria anjlok 48,87%, kwacha terperosok 39,54%, Leona jatuh 31,23%.

Lalu di mana posisi rupiah? Rupiah juga masuk dalam daftar terburuk di Asia. Rupiah sudah melemah sebesar 9,1% sepanjang tahun ini dan menjadi mata uang utama ASEAN dengan kinerja terburuk.

 

 

Sumber

Baca juga: Manfaat Investasi Jangka Panjang, Simak di Sini!

Tags: