PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI akan segera melakukan rights issue. Direktur Utama BSI Heri Gunardi mengatakan, dana segar yang diharapkan melalui aksi korporasi tersebut senilai Rp 5 triliun melalui skema Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD)

“Terakit penggunaan rights issue Rp 5 triliun kami gunakan HMETD. Jadi, pemegang saham, yakni Mandiri, BNI, BRI memiliki hak lebih dahulu. Kalau tidak membeli, maka baru ditawarkan ke publik,” ujarnya dalam rapat kerja bersama Komisi VI DPR-RI, Selasa (20/9/2022).

Heri menyebut, dana hasil rights issue akan digunakan untuk pengembangan bisnis perusahaan dalam mendorong pertumbuhan pembiayaan dalam mencapai target. “Akan digunakan untuk ekspansi bisnis. Pertumbuhan pembiayaan kita tinggi targetnya. CAR 17, sekian menuju CAR ke 22 % belum mampu ke 25%, tapi ke depan akan kejar ke situ,” tuturnya.

BSI akan meminta persetujuan pemegang saham terkait aksi korporasi ini dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 23 September 2022, pukul 14.00 WIB di Wisma Mandiri 1 Lantai 11, Jl M.H. Thamrin Kav. 5 Jakarta 10350.

Baca juga: Rencana Rights Issue Saham, BSI Menggarap Rp7,2 Triliun

Sebelumnya, Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) II Kartika Wirjoatmodjo dalam wawancara dengan CNBC Indonesia, di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA) beberapa waktu lalu mengatakan, ini untuk mendukung perkembangan perusahaan ke depan, menambah modal kerja perusahaan dan menjadikan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, salah satu pemegang saham penting, super majority.

“Kita melihat dengan pertumbuhan kredit yang cepat dan pemulihan masa Covid-19, pertumbuhan akan meningkat double digit, 18% mungkin lebih. Tentunya kita akan menyiapkan capital,” katanya ke reporter CNBC Indonesia, Syarifah Rahma.

“Kita sudah menyiapkan sekitar Rp 5 triliun, kita akan lakukan rights issue, baik dari pemegang saham eksisting. Pemegang saham BSI ini kan dari Mandiri, BNI, BRI. Memang Mandiri kemungkinan akan meningkatkan kepemilikan. Kita akan menjadikan Mandiri sebagai super majority,” tambahnya.

 

Sumber

Baca juga: BRIS Menjadi Bank Syariah Terbesar di Indonesia, Masuk IDX BUMN 20