Kurs Dolar Australia melemah tipis melawan rupiah di awal perdagangan Selasa (20/9/2022) setelah menguat dua hari beruntun. ‘Kiamat’ pekerjaan yang dialami China membuat dolar Australia tertekan.

Melansir data Refinitiv, pada pukul 9:47 WIB, dolar Australia diperdagangkan di kisaran Rp 10.050/AU$, melemah 0,22% di pasar spot.

China merupakan mitra dagang utama Australia, ketika ada kabar miring dari Negeri Tiongkok, maka akan menjadi sentimen negatif bagi dolar Australia.

Dalam laporan CNN International, para pemuda di China kini semakin banyak yang menganggur. Tingkat pengangguran pemuda terus mengalami kenaikan hingga menyentuh 19,9% pada Juli lalu.

“Tingkat pengangguran turun sedikit menjadi 18,7% pada bulan Agustus, tetapi masih tetap di antara yang tertinggi,” tutur Biro Statistik Nasional China, dikutip Selasa (20/9/2022).

Menurut data CNN populasi pemuda perkotaan sebesar 107 juta. Persentase ini sendiri berarti menunjukkan ada 20 juta orang berusia 16 hingga 24 tahun yang tidak memiliki pekerjaan.

Tingginya angka pengangguran ini sendiri terjadi tatkala beberapa perusahaan teknologi China mulai melakukan perampingan dalam organisasinya. Raksasa e-commerce Alibaba baru-baru ini mengurangi tenaga kerjanya lebih hingga dari 13.000 dalam enam bulan pertama tahun ini.

Baca juga: Kurs Dolar AS Anjlok, Ini Penyebabnya

“Ini adalah pengurangan terbesar dalam jumlah karyawan sejak Alibaba terdaftar di New York pada 2014,” menurut data laman yang sama.

Tencent, raksasa media sosial dan game, melepas hampir 5.500 karyawan dalam tiga bulan hingga Juni. Ini adalah kontraksi tenaga kerja terbesar dalam lebih dari satu dekade terakhir.

Perekonomian China memang sedang menunjukkan pelambatan, alhasil bank sentral China (People’s Bank of China/PBoC) terus menyuntikkan likuiditas ke perekonomian.

PBoC kemarin menurunkan suku bunga reverse repo 14 hari guna menambah likuiditas di perekonomian. Suku bunga tersebut diturunkan sebanyak 10 basis poin menjadi 2,15% dari sebelumnya 2,25%. Langkah penurunan suku bunga reverse repo 14 hari menjadi yang pertama sejak akhir Januari lalu.

Sementara suku bunga reverse repo 7 hari sudah diturunkan pada Agustus lalu, termasuk beberapa suku bunga acuan lainnya.

Bank sentral pinpinan Yi Gang ini pada 22 Agustus lalu memangkas suku bunga acuannya loan prime rate (LPR) tenor 1 tahun menjadi 2,65% dari sebelumnya 3,7%. Sementara LPR tenor 5 tahun dipangkas menjadi 4,3% dari sebelumnya 4,45%.

Sepekan sebelumnya suku bunga medium term lending facility (MLF) tenor 1 tahun juga dipangkas sebesar 10 basis poin untuk beberapa institusi finansial.

Sementara dalam pengumuman kebijakan moneter hari ini, LPR masih masih dipertahankan.

 

Sumber

Baca juga: 5 Dampak Kenaikan Kurs Dolar AS, Apa Saja?