Update kripto hari ini: Cenderung Menguat!

Harga kripto utama terpantau cerah pada perdagangan Selasa (20/9/2022), di tengah sikap investor yang menanti pengumuman kebijakan moneter terbaru beberapa bank sentral utama di dunia.

Melansir data dari CoinMarketCap pada pukul 09:40 WIB, Bitcoin melesat 3,08% ke posisi harga US$ 19.456,84/koin atau setara dengan Rp 291.268.895/koin (asumsi kurs Rp 14.970/US$). Sedangkan untuk Ethereum melonjak 4,56% ke posisi US$ 1.365,41/koin atau Rp 20.440.188/koin.

Sedangkan untuk koin digital (altcoin) XRP menjadi yang paling besar kenaikannya pada hari ini, yakni melejit 9,23% menjadi US$ 0,3781/koin (Rp 5.660/koin).

Meski cenderung menguat, tetapi Bitcoin kembali bertahan di kisaran harga US$ 19.000 pada perdagangan hari ini.

Pergerakan kripto pada hari ini cenderung sejalan dengan pasar saham, terutama di Amerika Serikat (AS), di mana ketiga indeks utama di bursa AS (Wall Street) berhasil menghijau.

Investor menanti pengumuman kebijakan moneter terbaru dari bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (The Fed), dan beberapa bank sentral utama lainnya pada Kamis mendatang, atau dapat disebut sebagai ‘Super Thursday’.

Selain The Fed, bank sentral utama yang juga akan mengumumkan kebijakan suku bunga terbarunya yakni bank sentral Inggris (Bank of England/BoE), bank sentral Swiss (Swiss National Bank/SNB) dan bank sentral Jepang (Bank of Japan/BoJ).

Berdasarkan perangkat FedWatch milik CME Group, pasar melihat probabilitas sebesar 82%, The Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin (bp), dan probabilitas sebesar 18% untuk kenaikan 100 bp.

Baca juga: Kripto Hari Ini Cenderung Menguat, Apa Sih Pendorongnya?

Namun, beberapa pengamat menilai bahwa penguatan kripto dan aset berisiko lainnya seperti saham masih cenderung sementara dan pergerakannya masih cenderung berfluktuasi, selama pelaku pasar masih mengkhawatirkan risiko resesi global.

Menurut Adam See, SVP dan kepala aset digital di Global X ETFs, aset berisiko seperti saham dan kripto masih cenderung volatil dan berpeluang terkoreksi kembali karena adanya risiko resesi global.

“Tidak hanya cryptocurrency, tetapi juga semua aset berisiko secara umum masih cenderung dijual untuk mengantisipasi resesi di seluruh dunia yang tertunda,” ujar Adam See, dikutip dari CoinDesk.

See melanjutkan bahwa kenaikan suku bunga The Fed sebesar 75 bp menjadi yang paling tepat meskipun dia juga menambahkan bahwa komentar Ketua The Fed, Jerome Powell tentang bagaimana dia memandang pasar “akan benar-benar jitu.”

“Saya pikir 75 basis poin mungkin adalah angka yang tepat dalam hal kenaikan suku bunga The Fed,” kata See.

Sementara itu, seperti yang dilaporkan CoinDesk, terlepas dari hype The Merge, investor tetap berhati-hati pada token Ethereum asli.

Produk investasi yang terkait dengan Ethereum mencatatkan arus kas keluar (outflow) selama empat minggu berturut-turut pada periode yang berakhir 16 September, dengan jumlah yang dihapus melebihi uang baru yang ditambahkan sebesar US$ 15,4 juta, berdasarkan data dari CoinShares.

Menurut Jeff Dorman, kepala investasi untuk manajer aset Arca, menyebut penurunan harga Ethereum yang tajam baru-baru ini cenderung mengejutkan.

“Pada akhirnya, tampaknya The Merge tidak segera menarik minat beli baru, atau pembeli baru akan mendapatkan diskon yang bagus dari trader yang memanfaatkan momentum tersebut,” ujar Dorman.

 

Sumber

Baca juga: Co-Founder Terraform Labs Do Kwon Jadi Buronan?!