PT ABM Investama Tbk (ABMM) menetapkan pembagian dividen untuk tahun buku 2021 Rp 735 miliar. Jumlah dividen yang dibagikan PT ABM Investama Tbk sebesar Rp 267 per saham kepada pemegang saham.

Direktur Utama ABM Investama Andi Djajanegara menuturkan, ABM memperoleh pendapatan sebesar lebih dari USD 1 miliar. Dengan laba bersih mencapai USD 148 juta pada 2021.

“Kami sangat bersyukur tahun ini ABM berhasil meraih laba perusahaan yang sangat baik. Keberhasilan ini tentu tidak lepas dari peranan para pemegang saham yang senantiasa mendukung strategi perusahaan,” ujar Andi melalui keterangan resminya.

Secara keseluruhan, agenda RUPST ABM membahas empat agenda, yaitu persetujuan atas laporan tahunan perseroan dan pengesahan laporan keuangan, serta laporan pelaksanaan tugas pengawasan Dewan Komisaris selama tahun buku 2021, penetapan penggunaan hasil usaha Perseroan tahun buku 2021,penunjukkan Akuntan Publik Perseroan untuk tahun buku 2022 serta penetapan gaji atau honorarium dan tunjangan lainnya bagi Anggota Dewan Komisaris, serta Direksi Perseroan.

Terkait industri pada 2021, batu bara mengalami kenaikan yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Bahkan situasi ini berlanjut di 2022 dan sempat mencapai angka tertingginya USD 427.50 (asumsi setara dengan Rp 6,207,532.54)/mt pada awal Maret 2022 untuk NEWC 6.322 GAR.

Baca juga: Saratoga Dikabarkan Akan Stock Split, Ini Rasio dan Kejelasannya!

Selain itu, dukungan penuh juga diberikan oleh pemerintah sebagai upaya untuk mendorong industri batu bara dan meningkatkan devisa negara.

“Dalam hal ini, ABM berupaya memanfaatkan momentum tersebut sebaik-baiknya dengan mengambil berbagai kebijakan strategis yang dapat mendorong pertumbuhan kinerja perusahaan, dimulai dari mengoptimalkan sinergi di Grup ABM, meningkatkan volume dan kinerja operasional,melakukan cost review yang berkelanjutan, hingga menambah cadangan batu bara,” kata Andi.

Berbekal sinergi dari seluruh entitas anak dan penerapan praktek pertambangan yang baik, ABM juga telah meningkatkan nilai asetnya pada 2021 menjadi USD 1.036.7 juta atau meningkat 25,32 persen dari tahun sebelumnya yaitu, USD 827.2 juta.

Hal ini membuat ABM semakin optimistis akan peluang yang masih sangat terbuka di industri ini. Sebagai perusahaan induk, ABM senantiasa investasi strategis di bidang pertambangan terintegrasi yang mengelola keseluruhan rantai nilai pertambangan. Seperti sumber daya pertambangan, jasa pertambangan dan infrastruktur pertambangan, serta didukung oleh perusahaan logistik dan jasa rekayasa terkemuka.

“Kami berharap ke depannya pencapaian ini dapat terus kami tingkatkan sehingga mampu memberikan timbal balik positif. Baik bagi lingkungan, pemegang saham, pemangku kepentingan, maupun masyarakat keseluruhan,” ujar dia.

 

Sumber

Baca juga: BEI Delisting PLAS Setelah Masa Suspensi Selesai