Aramco, Perusahaan raksasa minyak Arab Saudi, berhasil melampaui Apple sebagai perusahaan paling berharga di dunia pada Rabu (11/5/2022).

Saudi Aramco merupakan perusahaan minyak raksasa milik negara Arab. Dikutip dari Economic Times, Aramco pertama kali ditemukan oleh Standard Oil Company milik keluarga Rockefeller pada tahun 1938.

Awalnya perusahaan dinamakan Perusahaan Minyak Amerika Arab dan produksi minyak mentahnya mencapai 500,00 barel per hari pada tahun 1949. Kemudian pada 1980, pemerintah Saudi membeli semua pemegang saham asli dan memiliki 100% saham perusahaan.

Pada delapan tahun kemudian, perusahaan minyak Arab Saudi (Saudi Arabian Oil Co/Saudi Aramco) secara resmi didirikan. Banyaknya cadangan minyak perusahaan menjamin kemakmuran di Arab Saudi.

Kerajaan bahkan menjadi pemimpin de facto dari Organisasi Negara Pengekspor Minyak (Organization of the Petroleum Exporting Countries/OPEC) dan turut mengendalikan pergerakan di pasar minyak dunia. Perusahaan itu memiliki cadangan minyak mentah terbanyak kedua dan penghasil minyak harian terbesar di dunia.

Perusahaan minyak milik negara tersebut sekarang bernilai sekitar $ 2,43 triliun, dibandingkan dengan penilaian $ 2,37 triliun dari Apple Inc.

Baca juga: Bill Gates Beli Hotel Four Seasons dari Pangeran Arab Rp31 Triliun

Volatilitas pasar yang mengguncang Apple membuatnya bukan lagi perusahaan paling berharga. Saham perusahaan energi lebih menarik didorong oleh harga komoditas yang melonjak.

Sementara itu banyak investor menjual saham-saham teknologi di tengah kekhawatiran ekonomi yang memburuk. Apple telah jatuh hampir 20% sejak puncaknya $ 182,94 pada 4 Januari. Sementara saham Aramco naik lebih dari 27% sejauh ini pada tahun 2022.

Pada bulan Maret, raksasa minyak tersebut melaporkan bahwa laba setahun penuhnya tahun lalu meningkat lebih dari dua kali lipat karena melonjaknya harga minyak.

Laba Aramco 2021 melonjak menjadi $110 miliar, dari $49 miliar setahun sebelumnya. Harga minyak telah melonjak di atas $100 per barel pada Februari karena invasi Rusia ke Ukraina memicu kekhawatiran gangguan pasokan.

Kejadian ini menunjukkan bagaimana pasar bergeser ketika ekonomi global bergulat dengan kenaikan suku bunga, inflasi, dan masalah rantai pasokan.

Sebelumnya, Apple melewati Saudi Aramco untuk menjadi perusahaan publik paling berharga di dunia pada tahun 2020.

 

Sumber

Baca juga: Saham Apple Mencapai Rekor Tertinggi, Berikut Penyebabnya