PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) akan melakukan pemecahan nilai nominal saham (stock split) dengan rasio 1:5. Aksi korporasi ini akan dilakukan setelah mendapatkan persetujuan pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).

Saratoga Stock Split

Rasio pemecahan yang diusulkan adalah nilai nominal 100 per saham menjadi satu saham dengan nilai nominal Rp 20 per saham. Adapun RUPSLB akan diselenggarakan pada Rabu, 28 April 2021 untuk memastikan semua berjalan lancar.

Dalam rangkaian acara tersebut, perseroan juga akan membahas rencana untuk melakukan pembelian kembali (buyback) saham. Berdasarkan berita sebelumnya, perseroan akan melakukan buyback sebanyak 0,922% dari modal disetor atau maksimun sebesar 25 juta saham.

Saratoga akan mengeluarkan biaya sebanyak Rp150 miliar untuk melancarkan aksi pembelian kembali saham tersebut. Hal ini dilakukan sehubungan dengan pelaksanaan program insentif jangka panjang kepada karyawan perseroan.

Perseroan berencana untuk menyimpan saham yang telah dibeli kembali untuk dikuasai sebagai saham treasuri untuk tidak lebih dari tiga tahun. Meskipun demikian, perseroan dapat sewaktu-waktu melakukan pengalihan atas saham yang telah dibeli kembali tersebut.

Dalam RUPSLB tersebut, perseroan juga akan menyampaikan rencana untuk menggunakan saham yang berasal dari pembelian kembali untuk Program Insentif Jangka Panjang untuk periode Juli 2020 hingga April 2021.

Kondisi Perusahaan Masih Baik

Saratoga Investama Sedaya mencatat laba bersih sebesar Rp8,82 triliun sepanjang 2020, bertumbuh 20% dari periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan laba ini ditopang oleh peningkatan nilai portofolio investasi perseroan yang meningkat 39% menjadi Rp 31,7 triliun pada akhir 2020.

Presiden Direktur Saratoga, Michael Soeryadjaya, menyatakan bahwa kinerja portofolio investasi Saratoga yang solid saat pandemi menjadi kunci pencapaian perseroan. Hal itu tercermin dari kenaikan investasi sejumlah perusahaan portofolio dan pembayaran dividen yang konsisten.

Baca juga: Laba Swasti Sumbermas Sarana Naik Signifikan, Ini Jumlahnya!

Sebagai perusahaan investasi yang memiliki pengalaman panjang di Indonesia, Saratoga mengutamakan prinsip kehati-hatian. Selain itu semua risiko dikelola dengan baik dan konsisten menerapkan strategi diversifikasi.

Pendekatan ini terbukti menjaga SRTG tetap kokoh di tengah ketidakpastian. Selain itu, strategi ini membuat perusahaan cepat tanggap dalam merespons segala perubahan yang dinamis.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh pihak perusahaan yang nampaknya melihat bahwa SRTG masih terlihat positif ke depannya. Sepanjang 2020, Saratoga berfokus pada pengembangan strategi perusahaan untuk operasional selama pandemi.

Baik pada perusahaan induk maupun seluruh perusahaan investasi, semua menerapkan hal yang sama. Target ketahanan operasional ini terbukti dapat dicapai dengan baik.

Sumber : INVESTOR DAILY

Tags: