Saham dari Astra Internasional (ASII) merupakan salah satu saham yang terlihat kuat menghadapi tekanan jual dalam beberapa hari yang lalu. Terlihat bahwa saham ini berhasil naik walau adanya tekanan jual yang mendorong IHSG turun.

Saham ASII Masih Menguat

Walau terdapat beberapa sentimen negatif yang mendorong pasar modal Indonesia secara agregat, terdapat beberapa saham yang terlihat masih kuat. Penguatan ini didorong oleh tekanan beli yang signifikan oleh investor lokal dan juga asing.

Salah satu saham ini adalah saham ASII yang terlihat masih mengalami pergerakan naik secara garis besar walau IHSG sedang tertekan. Adanya kabar PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) ini telah membuat mayoritas investor khawatir terhadap kondisi perekonomian Indonesia.

Selain itu, stagnasi dari suku bunga acuan dan juga keuntungan dari obligasi negara yang naik telah membuat adanya kekhawatiran terhadap IHSG yang akan tertekan. Sehingga banyak yang melakukan penjualan untuk mengambil pendekatan menunggu.

Baca juga: Mengenal Istilah Yield Chasing di Pasar Keuangan

Hasilnya pasar modal terlihat babak belur tetapi terutama akibat tekanan jual dari investor asing. Walaupun begitu, ada beberapa saham yang investor asing beli yang menandakan beberapa saham ini terlihat masih sehat.

Analisis Harga Pekan Ini

Salah satu ini adalah saham ASII yang terlihat masih memiliki pergerakan naik secara teknikal. Namun, terdapat potensi koreksi yang terlihat dari pola candlestick serta naluri pergerakan harga saham itu sendiri.

Sehingga kemungkinan besar, saham ASII hari ini akan terbuka terkoreksi kecuali terdapat beberapa sentimen yang mendorong harga naik secara tidak terduga. Potensi ini terlihat dari beberapa hal yang kemungkinan besar akan menguatkan potensi koreksi.

Pergerakan Harian Saham ASII

Kemungkinan ini datang dari beberapa hal yang pertama adalah kejenuhan apresiasi yang terlihat di zona pergerakan naik. Kemungkinan besar dengan adanya candlestick merah yang signifikan kemarin, pergerakan tersebut akan berlanjut hingga menyentuh batas bawah zona pergerakan naik.

Tujuan koreksi kemungkinan besar berada di Rp 6.560 sebelum naik kembali dan menuju ke Rp 6.883 sebelum terus naik ke atas. Tetapi, jika terus turun tujuan selanjutnya kemungkinan berada pada Rp 6.433 yang jika berhasil ditembus akan membawa ASII ke Rp 6.255.

Indikator RSI dan MACD mendukung adanya potensi koreksi akibat potensi terjadinya cross dan juga potensi pergerakan turun di kedua indikator. Namun melihat koreksi yang sebelumnya menyentuh titik 61,8% Fibonacci sebelum naik kembali, apresiasi ini terlihat kuat dan kemungkinan koreksi hanya terjadi dalam jangka pendek.

Tags: