Aset MIND ID adalah 51% saham Freeport Indonesia yang pada 2018 lalu dibeli seharga US$ 3,85 miliar. Saham itu dibeli dari obligasi global yang ditawarkan perusahaan saat itu. Selain memiliki saham Freeport, MIND ID juga memiliki 20% saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO).

MIND ID, IPO Menarik

MIND ID sendiri dikabarkan akan melakukai IPO atau penawaran publik yang dipimpin Kementerian BUMN akan melepas saham MIND ID pada tahun 2022. Direktur Utama MIND ID Orias Petrus Moedak, menjelaskan rencana pelaksanaan Initial Public Offering (IPO).

Orias mengungkapkan nantinya Inalum Operating dan MIND ID direncanakan bakal di IPO kan dalam tiga tahun kedepan. Ia menambahkan, Jika dirasa menarik maka opsi go public bisa terwujud, namun jika tidak Orias tetap optimistis dengan pertumbuhan kinerja perusahaan kedepan.

Adapun, pada tahun ini pihaknya bakal berfokus pada pemisahan Inalum Operating dan MIND ID, selanjutnya ditahun depan IPO Inalum Operating ditargetkan bisa tercapai lalu setahun setelahnya MIND ID bakal melakukan IPO.

Baca juga: Saham SOHO Tebar Dividen, Harganya Juga Naik Setelah Crossing

Saat dikonfirmasi di kesempatan terpisah, Orias membantah soal rencana IPO MIND ID yang akan menawarkan saham Freeport dan Vale juga.  Wakil Menteri BUMN Pahala Mansury mengugkapkan akan ada 14 BUMN dan anak usaha yang bakal melantai di bursa saham hingga tahun 2023 mendatang.

Rencana IPO perusahaan dan anak usaha BUMN memang tengah didorong oleh Kementerian BUMN.  Sebelumnya, Kementerian BUMN menargetkan setidaknya ada 14 BUMN yang dapat melantai di bursa dalam kurun beberapa tahun kedepan.

Perusahaan-perusahaan tersebut antara lain,  Pertamina International Shipping, Pertamina Geothermal Energy (PGE), Pertamina Hulu, Pembangkit Listrik Tenaga Uap, Pertamina Hilir, Indonesia Healthcare Corporation, dan Bio Farma Vaksin.

Selanjutnya,  EDC and Payment Gateway Himbara, Pupuk Kalimantan Timur, PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel), Telkom Data Center, Inalum Operating, MIND ID, dan Logam Mulia.

Kondisi Saham Pertambangan

Saat ini mayoritas saham pertambangan sedang mengalami apresiasi bersama mayoritas saham energi yang naik sekitar 1,18%. Salah satu saham batu bara terbesar, PTBA, terlihat masih mengalami penurunan di tengah apresiasi yang terjadi.

Mayoritas saham batu bara lainnya juga terlihat mengalami stagnasi dengan harga batu bara yang masih terlihat stagnan. Namun, di awal Bulan Mei 2021, harga batu bara masih terus bergerak naik, walau apresiasinya masih belum setinggi bulan lalu.

Data dari ICE Newcastle menyatakan bahwa saat ini harga batu bara mulai pulih kembali. Hal tersebut menandakan potensi signifikan dari adanya IPO oleh beberapa perusahaan pertambangan BUMN.

Mengingat MIND ID yang juga bergerak sebagain besar di sektor batu bara, kondisi saat ini sangat mendukung adanya IPO. Namun, kepastian baru dapat diraih setelah ada keputusan resmi.

Tags: