PT Soho Global Health Tbk (SOHO) menetapkan pembagian dividen tunai tahun buku 2020 sebesar Rp 299,52 miliar. Angka tersebut setara dengan Rp 236 per saham.

SOHO Bagi Dividen

Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pembagian dividen dilakukan setelah mendapatkan restu dari para pemegang saham. Restu yang dimaksud adalah persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar belum lama ini.

Untuk diketahui, sepanjang tahun 2020, perseroan raih kinerja positif setelah membukukan laba bersih sebanyak Rp172,10 miliar. Jumlah ini meningkat 45.07% dari periode yang sama pada tahun sebelumnya yakni Rp118,70 miliar.

Pertumbuhan laba bersih ini sejalan dengan naiknya penjualan perseroan pada tahun 2020, tercatat sebesar Rp7,55 triliun. Angka ini naik 19.27% dari Rp6,33 triliun. Jadi, total pendapatan yang diperoleh perseroan berjumlah Rp6,16 triliun, naik signifikan dari raihan tahun 2020 Rp5,04 triliun.

Sebelumnya, pada awal tahun 2021, pengendali saham Soho Global Health, Eng Liang Tan mengalihkan 38,37% saham miliknya di Soho Global ke badan usaha berbentuk perusahaan terbatas.

Baca juga: Saham Komoditas Diprediksi Membaik, Ini Rekomendasi Analis

Aktivitas ini terekam melalui aksi tutup sendiri di pasar negosiasi yang melibatkan 487,08 juta saham dengan nilai transaksi Rp2,29 triliun.

Transaksi ini praktis mengakibatkan harga saham produsen suplemen Imboost tersebut melesat 19,80% ke level Rp 6.050 per saham. Transaksi jual beli saham SOHO dilakukan pada harga Rp 4.700 per saham.

Adapun, sekuritas yang terlibat crossing saham ini adalah PT Indo Premier Sekuritas (PD). Direktur dan Sekretaris Perusahaan Soho Global Health Yuliana Tjhai mengatakan, transaksi yang dilakukan Eng Liang Tan bukan transaksi material atau tidak mengakibatkan perubahan pemegang saham perseroan.

Tujuan Crossing

Eng Liang Tan memindahkan saham yang semula atas nama pribadi, kini menjadi atas nama badan usaha. “Badan usaha itu pun dikendalikan langsung oleh Eng Liang Tan. Istilahnya hanya balik nama biasa. Ini wajar dilakukan oleh perusahaan-perusahaan yang semula adalah perusahaan keluarga, sekarang sudah publik,” ujarnya kepada Investor Daily.

Yuliana menambahkan, setelah transaksi balik nama saham tersebut, manajemen memastikan belum ada rencana aksi korporasi lanjutan. Perseroan cenderung fokus meningkatkan ketersediaan produk andalan yakni Imboost di seluruh saluran distribusi Tahun ini, Soho Global juga berencana meluncurkan produk multivitamin baru, selain Imboost dan memperluas segmen pasar.

Perseroan juga akan memasukkan e-katalog dengan sejumlah produk penting yang bertujuan menangani penyakit serius. Dengan ekspansi tersebut, perseroan optimistis dapat membukukan kinerja yang solid sepanjang 2021.

Dilansir dari Berita Satu

Tags: