Kesepakatan belum tercapai antara Uni Eropa dan Inggris setelah Brexit, terutama dalam hal perikanan. Ditambah lagi mulai munculnya kembali kekhawatiran akibat gelombang kedua Covid-19, yang berpotensi membuat Pound Sterling turun lagi.

Kesepakatan Belum Tercapai

Kesepakatan dalam beberapa urusan hubungan antara Uni Eropa dan Inggris nampaknya belum tercapai juga walau sudah beberapa kali bertemu. Kesepakatan yang nampaknya belum terlihat ini membuat Inggris menjadi tidak pasti di mata investor. Hal ini disebabkan oleh kesepakatan yang dibuat adalah kesepakatan yang mendasari pergerakan perekonomian Inggris kedepannya, terutama dalam perdagangan.

Salah satu hal penting yang belum terlihat terjadi kesepakatan adalah permasalahan perikanan. Uni Eropa dan Inggris, belum mencapai kesepakatan mengenai perikanan yang menjadi salah satu penggerak perekonomian Uni Eropa. Dari 6 Juta ton produk perikanan yang dimiliki oleh Uni Eropa, 700 ribu berasal dari Inggris. Angka ini membuat Inggris menjadi penyumbang kedua terbesar perikanan di Uni Eropa.

Dengan adanya Brexit, perlu dibentuk kesepakatan agar Uni Eropa tidak kehilangan pangsa perikanan ini namun Inggris juga tidak dirugikan. Hingga saat ini, kesepakatan belum terlihat tercapai sehingga membuat investor ragu terhadap Pound Sterling karena adanya risiko politik ini. Risiko ini berpotensi menjadi pendorong untuk melemahnya Pound Sterling dalam waktu dekat.

Kasus Covid-19 Yang Naik Kembali

Beberapa hari yang lalu, dunia digemparkan kembali dengan adanya peningkatan dalam kasus Covid-19 di beberapa negara, termasuk Amerika. Peningkatan kasus ini masih terjadi hingga hari ini, yang menyebabkan investor khawatir sehingga beralih ke aset anti risiko seperti Dolar Amerika.

Kekhawatiran ini juga terlihat di pasar modal yang mulai menurun ditambah dengan obligasi internasional yang nilai tambahnya ikut menurun. Seluruh penurunan ini terjadi akibat adanya kekhawatiran turunnya kinerja perusahaan dan kinerja negara sehingga investor beralih ke aset yang aman.

Baca juga: Ketidakpastian Global! Pilih Masuk Pasar Forex, Saham, atau Kripto?

Pergerakan GBP/USD

Dengan beralihnya investor ke aset yang lebih aman, Pound Sterling (GBP) berpotensi akan melemah kembali terutama terhadap Dolar Amerika (USD). Hal ini disebabkan USD yang diincar sebagai salah satu aset perlindungan.

Secara menyeluruh, sejak Covid-19 mulai mereda, GBP sedang mengalami konsolidasi terhadap USD yang terjadi hingga hari ini.

Pergerakan Harian GBP/USD

Dapat dilihat bahwa sejak mulai memulihnya dunia dari Covid-19, lebih tepatnya setelah Maret, GBP/USD terlihat berkonsolidasi. Saat ini, pergerakan berada di batas atas konsolidasi yang ditandai oleh zona hijau. Ada kemungkinan bahwa dengan banyaknya berita yang mendorong pelemahan GBP, pergerakan akan kembali ke batas bawah zona konsolidasi yang ditandai zona merah.

Jika berita-berita ini berhasil melemahkan GBP ada kemungkinan untuk GBP/USD bergerak ke bawah sehingga trader dapat mengikuti pergerakan konsolidasi dan mendapatkan keuntungan dari posisi jual. Jika berhasil melemah hari ini, ada kemungkinan target selanjutnya adalah pada sekitar titik 1.23400. Namun, jika gagal turun ada kemungkinan harga akan tetap naik menembus batas atas 1.27500 dan menuju titik 1.31200.

Tags: