Ketidakpastian global, membuat pasar keuangan bergerak secara tidak stabil. Hal ini disebabkan oleh banyaknya kejadian yang membuat investor menjadi ragu dalam langkah investasi. Akibat ketidakpastian, pasar keuangan umumnya akan sulit untuk diprediksi, karena pengaruh fundamental yaitu berita atau kejadian yang sangat besar. Sehingga penting untuk mengetahui pasar mana yang baik untuk dijadikan tempat berteduh selama ada badai ketidakpastian global.

Ketidakpastian Global

Tahun 2020, merupakan tahun yang berisi ketidakpastian global yang sangat besar. Ketidakpastian ini disebabkan oleh banyaknya ketegangan dan pengaruh buruk secara global dari virus Covid-19. Covid-19 telah menghantam perekonomian yang membuat banyak negara jatuh, sehingga menyebabkan volatilitas yang sangat tinggi dalam pasar keuangan.

Volatilitas ini disebabkan oleh ketidakpastian arah ekonomi yang juga ditambah dengan ketegangan antar negara. Contoh beberapa ketegangan yang muncul adalah hubungan Cina Amerika, kejadian Brexit, dan konflik Timur Tengah yang merambat dari Tahun 2019 dan memperburuk di 2020. Akibat dari ketidakpastian ini, investor terutama investor besar dan pemain pasar seperti bank dan pemerintah yang memiliki modal besar, cenderung membuat pasar sangat bergejolak.

Oleh karena itu, sebagai investor dan trader ritel, pilihan pasar dikala ketidakpastian menjadi hal yang sangat penting untuk menjaga modal dan juga mendapatkan keuntungan.

Preferensi Risiko

Sebelum memilih instrumen atau pasar, harus diketahui apa preferensi risiko dan tujuan utama, apakah mencari keuntungan dengan risiko besar atau menjaga modal dengan keuntungan kecil. Untuk yang ingin mencari keamanan, sangat disarankan untuk melihat instrumen yang stabil akibat volatilitasnya yang tidak terlalu besar. Namun, yang memiliki preferensi risiko tinggi, sangat disarankan untuk memanfaatkan volatilitas dari ketidakpastian global akibat sangat cepatnya gejolak di pasar untuk mengambil keuntungan.

Untuk melihat pasar mana yang stabil dan yang volatil, traderharian melakukan komparasi antara pasar forex, saham, dan kripto dilakukan dengan melihat aset dalam ketiga pasar tersebut dengan volume terbesar. Komparasi dilakukan berdasarkan data dari awal Tahun 2020 hingga saat ini untuk melihat bagaimana Covid-19 dan ketegangan global mempengaruhi volatilitas.

Untuk pasar forex, aset yang dipilih adalah Dolar Amerika akibat volume perdagangannya yang terbesar di dunia dan sifatnya yang berperan sebagai salah satu aset keamanan. Untuk pasar kripto, digunakan aset Bitcoin akibat volume perdagangan dan kapitalisasi pasarnya yang paling besar diantara mata uang kripto lainnya. Untuk pasar saham, akan digunakan indeks saham Dow Jones akibat sifatnya yang berperan sebagai acuan saham dunia dan volume transaksinya yang besar.

Baca juga: Bitcoin dan Ethereum Ternyata Berubah Loh Dari Tahun Lalu!

Komparasi Instrumen

Grafik Komparasi Ketiga Pasar Dengan Perwakilan USD Index, BTC, dan Dow 30

Grafik di atas menggambarkan perbedaan pergerakan ketiga instrumen keuangan. Instrumen tersebut adalah Indeks Dolar Amerika atau DXY (Hijau), Bitcoin atau BTC (Jingga), dan Dow Jones Index atau US30 (Biru). Dapat dilihat bahwa teori cash is king dalam krisis masih terbukti dengan kestabilan Dolar Amerika selama krisis. Pergerakan ini menandakan baiknya uang kas sebagai tempat berlindung saat krisis. Namun, dapat dilihat juga bahwa volatilitas terbesar diduduki oleh Bitcoin dimana dalam grafik tersebut, pergerakannya paling volatil selama 2020.

Pergerakan ini dapat memberikan informasi bahwa jika investor ingin mencari tempat yang aman, berlindunglah pada Dolar Amerika. Namun, jika ingin risiko tinggi, bisa beralih ke pasar kripto terutama bitcoin. Hal ini disebabkan bitcoin merupakan aset yang tercatat paling stabil diantara mata uang kripto lainnya. Sehingga, mata uang kripto lainnya akan memberikan volatilitas yang lebih besar, cocok untuk pencinta prinsip high risk high reward. Untuk investor atau trader preferensi risiko sedang pasar modal adalah tujuan utama akibat stabilitas yang masih terjaga namun masih ada volatilitas.

Dolar Amerika yang stabil hanyalah salah satu contoh bagaimana uang kas itu lebih stabil. Namun untuk pasar forex keseluruhan, perlu dilakukan komparasi lagi untuk melihat mana yang stabil, akibat banyaknya mata uang yang volatil. Sehingga, untuk masuk ke pasar forex juga perlu edukasi lebih lanjut. Hal ini disebabkan oleh Dolar Amerika sendiri yang tidak bisa menggambarkan stabilitas pasar forex. Tetapi, tetap terbukti bahwa aset safe-haven adalah uang kas terutama Dolar Amerika.

Tags: