Bitcoin dan Ethereum ternyata mengalami perubahan dalam volatilitas antara tahun 2019 dan 2020. Perubahan ini menandakan adanya ketertarikan dan stabilitas yang berubah dari preferensi investor yang juga bisa disebabkan oleh kondisi perekonomian secara makro.

Bitcoin dan Ethereum

Pergerakan dari Bitcoin dan Ethereum merupakan pergerakan yang relatif sama. Hal ini disebabkan oleh kedua mata uang kripto ini yang memiliki kapitalisasi pasar terbesar diantara mata uang kripto lainnya. Bitcoin dan Ethereum hingga saat ini masih menduduki dua posisi teratas, dimana Bitcoin menduduki peringkat satu dan Ethereum menduduki peringkat kedua.

Walau berdekatan dalam peringkat, kapitalisasi pasarnya berbeda jauh sekitar 150 Milyar jika dihitung dengan Dolar Amerika. Namun, walau kapitalisasi pasarnya yang kalah dalam jumlah ketersediaan Ethereum lebih banyak dari Bitcoin dimana terdapat sekitar 111 Juta Ethereum namun hanya 18 Juta Bitcoin. Perbedaan ketersediaan ini dapat mempengaruhi volume dan volatilitas akibat lebih banyaknya jumlah yang beredar sehingga memungkinkan jumlah transaksi dan perubahan harga yang berbeda.

Volatilitas Tahun 2019 dan 2020

Perbedaan volatilitas ini ternyata benar terlihat dari perubahan harga yang terjadi dimana perubahan Bitcoin dan Ethereum selalu berbeda terutama di tahun 2019 dan 2020.

Grafik Perbedaan Tahun 2019

Pada Tahun 2019, terlihat bahwa perubahan harga dari Bitcoin (kuning) dan Ethereum (abu-abu) terlihat berbeda. Pada Tahun 2019, terlihat bahwa Bitcoin (BTC) mengalami peningkatan harga yang lebih cepat dibandingkan Ethereum (ETH). Terlihat bahwa BTC mengalami peningkatan sekitar 87,75% sepanjang 2019 namun ETH walau memiliki pergerakan yang terlihat sama, turun sekitar 6,78%.

Grafik Perbedaan Tahun 2020

Namun, di Tahun 2020, ETH justru mengalahkan BTC dimana hingga saat ini dari awal tahun, ETH sudah naik sekitar 90,38% dan BTC baru sekitar 30,99%. Perbedaan ini menandakan adanya perubahan preferensi investor dan juga jumlah transaksi perdagangan yang bisa disebabkan oleh jumlah persediaan, preferensi risiko, dan kondisi makroekonomi.

Baca juga: Penerbit Cardano Bermitra Dengan Coinbase! Apa Keuntungannya?

Potensi Faktor Penyebab

Tahun 2020, merupakan tahun dimana terjadi kondisi makroekonomi yang buruk akibat Covid-19. Kondisi ini sangat berbeda dengan 2019 dimana perekonomian tumbuh dengan baik. Preferensi investor yang menganggap BTC sebagai safe-haven dapat menjadi penyebab berbedanya ETH dengan BTC dalam volatilitas.

Akibat adanya Covid-19, lebih banyak investor yang memilih untuk menyimpan BTC nya dibanding memperjual belikannya. Hal ini membuat harga lebih stabil sehingga kenaikan harga tidak terjadi setinggi ETH. Dikabarkan bahwa kurang lebih hanya 20% dari persediaan BTC yang diperjualbelikan hingga tahun ini, yang dapat menjadi penyebab pergerakan harga tidak secepat ETH.

Faktor lain yang dapat menjadi penyebab adalah jumlah transaksi. Selain akibat kondisi makroekonomi, pemain besar juga dapat mempengaruhi perubahan harga akibat volume transaksinya yang besar. Salah satu yang mempengaruhi adalah investor dengan WBTC atau wrapped Bitcoin yang nilainya sama dengan satu Bitcoin.

Tercatat bahwa sejak 2020, telah terjadi depresiasi sekitar 20% dari WBTC terhadap ETH. Hal ini menandakan banyaknya perpindahan transaksi dari WBTC ke ETH. Sebagai contoh, pada Bulan Juni 2020, terjadi perpindahan WBTC ke ETH sebesar 65 Juta Dolar Amerika. Perpindahan ini dikabarkan menjadi penyebab 75% kenaikan dari harga ETH di 2020.

Beberapa faktor ini merupakan beberapa dari banyaknya penyebab perbedaan volatilitas BTC dan ETH. Namun, dapat dilihat walau keduanya bergerak bersama namun volatilitasnya selalu berbeda.