WSBP berencana restrukturisasi pinjamannya dari salah satu bank swasta yang dikabarkan telah mencapai Rp 2 Triliun. Restrukturisasi pinjaman ini juga direncanakan akan dilakukan pada bank BUMN bersama WSKT.

WSBP Berencana Restrukturisasi Pinjaman

PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) berencana melakukan restrukturisasi fasilitas pinjaman perbankan, dengan nilai roll over mencapai Rp 2 Triliun. Restrukturisasi tersebut termasuk penundaan pelunasan utang sampai akhir 2020 sebesar Rp 1,4 Triliun.

Informasi ini disampaikan langsung oleh pihak manajemen WSBP dalam materi Public Expose. Rencananya, WSBP akan menggelar agenda Paparan Publik secara daring melalui aplikasi Microsoft Teams pada Senin, 26 Oktober 2020. Manajemen WSBP menyebutkan, perseroan akan melakukan restrukturisasi pinjaman di bank swasta yang terdiri atas, penundaan pelunasan utang sampai akhir tahun ini sebesar Rp 1,4 Triliun. Selain itu, restrukturisasi juga akan mencakup perubahan skema pinjaman menjadi cicilan per bulan senilai Rp 600 Juta.

Sementara itu, rencana restrukturisasi pinjaman terhadap bank BUMN akan dilakukan bersama PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) selaku induk usaha. Hingga saat ini, rencana restrukturisasi ini masih dalam proses kajian bersama pihak ketiga independen. Namun dapat dipastikan bahwa restrukturisasi ini akan dipastikan terjadi.

Melangkah Kedepannya

Untuk mendukung ekspansi bisnis di Tahun 2020, WSBP memperkirakan realisasi belanja modal hingga akhir tahun ini mencapai Rp 107,7 Milyar. Hingga Bulan Agustus 2020, realisasi belanja modal telah mencapai Rp 85,1 Milyar. Hingga akhir kuartal ketiga Tahun 2020, nilai kontrak baru WSBP telah mencapai Rp 1,49 Triliun. Perolehan terbesar berasal dari proyek Tol Binjai-Pangkalan Brandan senilai Rp 275 Milyar, Tol Padang-Sicincin Rp 170 Milyar dan Tol Prabumulih-Muaraenim Rp 108 Milyar.

Manajemen WSBP menyampaikan, pada kuartal keempat Tahun 2020, terdapat potensi perolehan nilai kontrak mencapai Rp 6,06 Triliun. Potensi tersebut datang dari potensi proyek internal senilai Rp 1,76 Triliun maupun proyek eksternal sebesar Rp 4,3 Triliun.

Baca juga: Setelah Tebar Dividen Saham AALI Rentan Turun Akibat Koreksi Pasar

Potensi pada proyek eksternal ada pada Tol Binjai-Pangkalan Brandan, Tol Pangkalan Brandan-Batas Aceh, Tol Solo-Jogja, Tol Indrapura Kisaran. Sedangkan, potensi pada proyek internal berasal dari beberapa proyek. Proyek tersebut adalah Tol Jogja-Bawen, Tol Prabumulih-Muaraenim, Interchange Surabaya-Mojokerto dan proyek pengaman pantai National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) Tahap IV.

Dilansir dari IPOTNEWS

Tags: