Investor Unilever mengatakan bahwa mereka telah mengajukan resolusi baru yang mendesak perusahaan untuk memperbaiki “titik buta yang penting” dalam strateginya. Serta mendorong perusahaan untuk menetapkan target ambisius untuk menjual makanan yang lebih sehat.

Resolusi oleh 11 kelompok investor kuat dengan aset $215 miliar meminta Unilever untuk mengungkapkan proporsi penjualan saat ini terkait dengan produk yang lebih sehat. Kelompok tersebut termasuk Candriam, Actiam, dan Dana Pensiun Greater Manchester

Mereka juga mendesak perusahaan untuk menetapkan target untuk “meningkatkan secara signifikan” pangsa tersebut pada tahun 2030. Serta menerbitkan tinjauan tahunan tentang kemajuan mereka.

Pemerintah di pasar utama perusahaan telah memberlakukan pajak atas produk yang tinggi gula atau kalori karena tingkat obesitas meningkat.

“Unilever telah lama menjadi pemimpin sustainability. Beberapa bahkan mengkritiknya karena terlalu fokus pada ESG. Namun profil kesehatan dari produk makanan dan minuman yang dijualnya tetap menjadi titik buta.” Kata Ignacio Vazquez, manajer senior di ShareAction yang mengoordinasikan resolusi tersebut.

Fund manager Inggris, Terry Smith, mengecam Unilever minggu lalu karena “terobsesi” dengan mempromosikan kredensial keberlanjutannya dengan mengorbankan kinerja.

“Dengan menyuarakan dukungan mereka untuk resolusi ini, investor Unilever dapat membantu mendorong perubahan di jantung salah satu produsen makanan dan minuman terbesar di dunia. Juga sambil melindungi diri mereka dari risiko regulasi dan reputasi,” kata Vazquez.

Baca juga: Unilever Terus Berinovasi Walau Menghadapi Pandemi

Langkah ini mengikuti seruan serupa untuk tindakan pada RUPS tahun lalu, yang menurut ShareAction tidak menghasilkan banyak kemajuan.

Unilever mengatakan bahwa pada tahun 2020, 61% dari penjualan makanan dan minumannya adalah produk dengan “standar nutrisi tinggi”. Para investor mengatakan mereka mempertanyakan metriknya.

“Adalah kunci bahwa perusahaan dengan skala leverage dan kapasitas seperti itu menunjukkan upaya untuk menetapkan target dan pengungkapannya berdasarkan model profil nutrisi yang didukung pemerintah di mana ia beroperasi,” Ucap Sophie Deleuze, analis ESG untuk keterlibatan & pemungutan suara di Candriam.

Deleuze mendesak Unilever untuk melakukan dan menguraikan profil risiko mereka di negara tempat Unilever beroperasi. Dengan mempertimbangkan aspek-aspek termasuk tekanan peraturan yang ada dan yang akan datang, profil kesehatan pelanggan, dan preferensi produk mereka sebagai dasar untuk perumusan ulang.

Langkah ini dilakukan pada saat yang bergejolak bagi perusahaan. Pada Rabu malam secara efektif mengabaikan proposal senilai 50 miliar pound (Rp 977 triliun) untuk membeli unit kesehatan konsumen GlaxoSmithKline.

Mempromosikan makanan dan minuman sehat telah menjadi isu hangat bagi investor. Akhir tahun lalu, investor yang mengelola aset 12,4 triliun mendesak pembuat kebijakan untuk menggunakan langkah-langkah fiskal dan peraturan untuk membantu memperbaiki apa yang mereka sebut sebagai “krisis nutrisi global”.

 

Sumber

Baca juga: Mengenal Saham Blue-chip dan Keuntungannya!

Tags: