PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) terus melakukan inovasi terhadap perubahan perilaku yang terjadi di masa pandemi. Presiden Direktur Unilever, Ira Noviarti, mengatakan selama masa pandemi ini, Unilever sudah membuat 40 inovasi produk.

Unilever Terus Lakukan Inovasi

Di tahun 2020, Unilever diperkirakan membentuk 40 inovasi produk untuk menjawab kebutuhan pelanggan dan konsumen. Perubahan dalam permintaan dan pola belanja menjadi pendorong urgensi inovasi saat ini, menurut Noviarti.

Ia mengatakan bahwa hal tersebut merupakan komitmen yang dilakukan Unilever untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Kemudian, ia menyatakan bahwa konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang pertumbuhan ekonomi tertinggi.

Hal tersebut dilihat dari sumbangannya sebesar 57,6% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Sehingga, urgensinya menjadi semakin tinggi, akibat sangat penting untuk mendorong pemulihan dari pandemi.

Melihat tingginya permintaan pada produk-produk terkait dengan kebersihan dan kesehatan, Unilever meluncurkan produk terbaru. Selain itu, Noviarti juga mengatakan inovasi produk juga dilakukan untuk mengantisipasi lemahnya daya beli masyarakat.

Konsumen Menjadi Prioritas

Inovasi tersebut adalah peluncuran produk-produk dalam ukuran kemasan dan harga yang lebih ekonomis dengan mengatasnamakan Unilever Indonesia. Menghadapi pola belanja yang serba daring juga membuat Unilever mengembangkan beberapa platform digital.

Beberapa platform tersebut adalah Unilever home delivery, Unilever Professional dan Sahabat Warung. Pakar Pemasaran Inventure Consulting Yuswohady juga berpendapat bahwa pandemi menyebabkan pergeseran perilaku konsumen. Oleh karena itu, Ia menilai setiap perusahaan memang perlu melakukan inovasi.

Baca juga: Kinerja IPCM Diprediksi Positif Akibat Kontrak Kerja Sama Baru

Ia mengatakan bahwa setiap perusahaan, termasuk FMCG , menghadapi a whole new world dengan adanya gaya hidup, preferensi, prioritas, dan pola pengambilan keputusan pembelian konsumen yang baru. Selain itu, ia menganggap bahwa semua melahirkan pola baru pula dalam memasarkan produk-produknya.

Oleh karena itu, nampaknya saat ini Unilever masih akan terus fokus kepada kebutuhan konsumen untuk mendorong pemulihan terhadap perusahaan. Saham dari UNVR sendiri sedang berusaha pulih walau pekan ini mulai bergerak turun kembali.

Sehingga, nampaknya saham dan perusahaan masih sedang berusaha untuk pulih yang membuat kesempatan baik untuk investasi. Hal ini disebabkan potensi dan juga kekuatan yang dimiliki oleh UNVR dari sisi saham dan juga perusahaan.

Dilansir dari Berita Satu

Tags: