Saham Netflix turun 20% pada Q4 2021. Perusahaan tersebut melaporkan pendapatan kuartal keempat pada hari Kamis (20/1/2022). Saham jatuh lebih dari 20% ke level terendah sejak Juni 2020, karena pertumbuhan pelanggan yang melambat.

Netflix memperoleh 8,28 juta pelanggan bersih berbayar global pada kuartal keempat. Analis memperkirakan perusahaan akan menambah 8,19 juta pelanggan, menurut perkiraan StreetAccount. Namun itu kurang dari 8,5 juta pelanggan yang diperoleh Netflix pada Q4 2020. Angka yang sama yang diperkirakan untuk Q4 2021, dan prospeknya lebih buruk.

Netflix mengatakan pihaknya memperkirakan akan memperoleh 2,5 juta pelanggan selama kuartal pertama 2022, jauh di bawah 3,98 juta pada Q1 2021. Sementara itu, analis memperkirakan 6,93 juta pada kuartal pertama, menurut perkiraan StreetAccount.

Netflix mengatakan mereka berencana untuk membuat konten yang lebih berbobot back-end pada kuartal pertama, dengan big premiere di bulan Maret.

Netflix mengatakan meningkatnya persaingan dari perusahaan lain adalah salah satu penyebab melambatnya perkembangan pelanggan. Meskipun di masa lalu perusahaan seperti Apple dan Disney tidak akan mempengaruhi pertumbuhan secara material.

“Konsumen selalu memiliki banyak pilihan dalam hal waktu hiburan mereka. Persaingan yang hanya meningkat selama 24 bulan terakhir karena perusahaan hiburan di seluruh dunia mengembangkan penawaran streaming mereka sendiri,” kata Netflix. “Meskipun persaingan tambahan ini mungkin memengaruhi pertumbuhan marjinal kami, kami terus tumbuh di setiap negara dan wilayah tempat alternatif streaming baru ini diluncurkan.”

Baca juga: PayPal Resmi Buka Layanan Mata Uang Kripto di Amerika

Saham Disney dan Roku juga turun lebih dari 4% dalam perdagangan setelah jam kerja.

Netflix, yang ingin menarik 800 juta hingga 900 juta rumah tangga yang menggunakan internet broadband atau TV berbayar, mengatakan masih terlalu dini untuk mencapai jumlah itu.

“Ini benar-benar membuat kami frustrasi, pertumbuhan yang lebih lambat saat ini,” kata co-CEO Reed Hastings selama wawancara pendapatan yang direkam sebelumnya. Perusahaan melaporkan 222 juta keanggotaan berbayar pada kuartal keempat.

“Pasar ini pasti dinamis, mungkin tidak stabil seperti yang dipikirkan orang dalam hal kami akan menambahkan angka X setiap kuartal, setiap bulan, setiap minggu, tetapi tidak diragukan lagi ke arah mana bisnis akan berjalan.” co-CEO Ted Sarandos menambahkan.

Netflix  mengumumkan kenaikan harga di AS dan Kanada minggu lalu. Di Amerika Serikat, biaya bulanan untuk paket dasar naik $1 menjadi $9,99. Paket standar melonjak dari $13,99 menjadi $15,49 dan paket premium naik dari $17,99 menjadi $19,99.

Strategi Netflix adalah menaikkan harga karena pelanggan semakin mengakar dalam konten eksklusif mereka. Kenaikan harga dapat membantu mengimbangi memudarnya pertumbuhan pelanggan.