sumber: unsplash.com/@neonbrand

USD Melemah, Efek Pembicaraan “Tapering” Fed? Begini kronologinya!

Dolar Amerika Serikat sedikit melemah pada Kamis (20/05) pagi di Asia, usai notulen rapat Federal Reserve AS mengungkapkan para pengambil kebijakan menyarankan perlambatan pembelian obligasi karena adanya tanda percepatan inflasi. Dikutip langsung dari Investing.com “Sejumlah peserta (rapat the Fed) menyarankan jika ekonomi terus membuat kemajuan pesat menuju tujuan Komite, kemungkinan tepat di beberapa titik untuk mulai membahas rencana penyesuaian laju pembelian aset dalam pertemuan mendatang,” notulen menunjukkan.

Mengutip risalah The Fed, beberapa pembuat kebijakan mengatakan bahwa diskusi tentang pengurangan laju pembelian aset akan tepat “di beberapa titik” jika pemulihan ekonomi terus mendapatkan momentum.

Hal itu mengejutkan investor mengingat Gubernur The Fed Jerome Powell telah mengatakan tepat setelah pertemuan itu bulan lalu bahwa belum waktunya untuk mulai membahas perubahan kebijakan apapun.

Baca juga: Dolar AS Masih Konstan dalam Perdagangan Eropa

Merujuk sumber yang sama diperoleh:

  • Indeks dolar AS melemah tipis 0,06% ke 90,140 pukul 11.12 WIB
  • Pasangan USD/JPY turun tipis 0,07% di 109,13 setelah data perdagangan April yang dirilis sebelumnya melebihi ekspektasi. Ekspor tumbuh sebesar 38,0% tahun ke tahun, impor meningkat 12,8% tahun ke tahun dan neraca perdagangan tercatat senilai 225,3 miliar.
  • Rupiah terus melemah 0,88% di 14.400,0 per dolar AS hingga pukul 11.09 WIB.
  • Pasangan AUD/USD naik tipis 0,16% di 0,7738 pukul 11.14 WIB. Data ketenagakerjaan April yang dirilis sebelumnya menunjukkan perubahan pekerjaan turun sebesar 30.600 di bulan April sementara tingkat pengangguran turun menjadi 5,5%. Di seberang Laut Tasman, pasangan NZD/USD naik tipis 0,08% di 0,7173.
  • Pasangan USD/CNY menguat tipis 0,07% di 6,4386 setelah Bank Rakyat China merilis suku bunga pinjaman utama sebelumnya.
  • Pasangan GBP/USD naik tipis 0,01% ke 1,4115 pukul 11.16 WIB.

Adapun, USD melemah saat ini dikarenakan data klaim pengangguran awal di Amerika turun menjadi 444.000 selama seminggu terakhir, di bawah 450.000 klaim dalam perkiraan yang disiapkan dan 478.000 pembacaan diajukan selama minggu sebelumnya.

Dalam hal ini, kemarin Rupiah ditutup melemah 85 poin atau 0,59 persen ke posisi Rp14.375 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.290 per dolar AS.

Sedangkan imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun saat ini berada di level 1,656 persen, turun dibandingkan posisi penutupan sebelumnya 1,683 persen.

Baca juga: Pinjaman Bank Singapura Alami Penurunan di Tengah Wabah

Tags: