Bursa kripto Indonesia sebelumnya sempat dilaporkan akan segera diluncurkan. Namun hingga kini tak kunjung juga ada kabar kapan akan dibuka.

Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga mengatakan pihaknya mengusahakan bursa kripto bisa segera diluncurkan. Namun dia mengakui ada unsur kehati-hatian dari Bappebti sebelumnya termasuk dari sisi persyaratan.

“Tidak cepat-cepat grasa grusu nanti menjadi ada issue. Persyaratan dilalui dan comply dengan peraturan,” kata Jerry di kantor Bappebti, Senin (15/8/2022).

Selain itu juga bursa kripto harus memberikan perlindungan pada konsumen. Saat seluruhnya dipenuhi, Jerry memastikan bursa kripto Indonesia akan diluncurkan.

Harapannya segala urusan terkait bursa dapat selesai tahun ini. “Mudah-mudahan tahun ini bisa rampung. Sekali lagi memastikan persyaratan terpenuhi. Semua sudah komplit dan lengkap bisa direalisasikan segera,” jelasnya.

Menurutnya bursa kripto dibentuk harus memudahkan semua pihak. Mulai dari konsumen pelaku usaha dan pembentukan ekosistem yang baik untuk semua.

Dengan begitu kehadiran bursa dapat meningkatkan kepercayaan, kenyamanan, dan keamanan bagi pelaku usaha.

Jerry mencontohkan konsepnya akan sama seperti yang dilihat di Bursa Efek Indonesia. Di mana memberikan kepastian pada konsumen dan pelaku usaha.

Di sisi lain, minat investasi kripto di Indonesia semakin meningkat. Data dari Triple A menunjukkan hampir 4,5% warga Indonesia merupakan pengguna kripto. Tepatnya adalah 12.237.009 pengguna, atau melampaui populasi DKI Jakarta yang mencapai 10,6 juta orang.

Baca juga: Pergerakan Harga Bitcoin Masih Lambat, Investor Masih “Wait and See”!

Jumlah itu memang masih jauh dibandingkan dengan Amerika Serikat (AS) yang menjadi pengguna terbanyak kripto berjumlah 46 juta. Vietnam juga jadi satu-satunya negara Asia Tenggara yang masuk dalam 5 besar negara terbanyak pengguna kripto yakni 20 juta.

Sementara itu, Indonesia berada di urutan 9 di atas Afrika Selatan (7,7 juta pengguna). Tentu ini relatif terhadap posisi Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk paling banyak keempat di dunia.

opulasi pengguna di negara lainnya, seperti Fillipina dan Thailand, sebetulnya lebih dominan yaitu masing-masing 6,4% dan 6,13%. Di Vietnam, pengguna kripto mencapai 20% dari populasi.

Menurut data tersebut, penggunaan kripto di Indonesia terus meningkat. Tahun 2020 sebanyak 2,7% melonjak hampir dua kali lipatnya 4,5% atau bertambah 5 juta pengguna.

Sementara itu, data yang sama menunjukkan berdasarkan demografis pada 2021 lalu kebanyakan pengguna kripto adalah pria. Jumlahnya adalah sebanyak 51%, berbeda tipis dengan wanita 49%, dikutip Senin (15/8/2022).

Mayoritas pemegang kripto adalah berusia muda di kelompok umur 18-44 tahun sebanyak 78%. Sedangkan masyarakat berusia 45 tahun ke atas hanya 4% saja.

Data Bappebti menyebutkan per Juli 2021 transaksi investasi kripto mencapai Rp 478,5 triliun. Jumlah tersebut disebut meningkat hingga lima kali lipat.

Sementara, rata-rata nilai transaksi pasar kripto di Indonesia telah mencapai Rp 1,7 triliun per hari.

 

Sumber

Baca juga: Harga Token Shiba Inu Naik 34%, Apa Pendorongnya?

Tags: