Sri Mulyani mengantisipasi dampak tapering off yang akan dilakukan bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserves (The Fed) terhadap pergerakan nilai tukar rupiah. Pasalnya, isu tapering off terus membuat dolar AS perkasa terhadap sejumlah mata uang di dunia.

Sri Mulyani mengatakan dolar AS juga semakin menguat di tengah proses pemulihan ekonomi Negeri Paman Sam. Beberapa data ekonomi AS menunjukkan perbaikan dari waktu ke waktu.

“Tentu kalau info AS relatif kuat, maka cenderung dolar AS ikut menguat. Inflasi AS tinggi kemudian sinyal The Fed memperingatkan tapering off akan dilakukan lebih awal,” ungkap Sri Mulyani dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI, Senin (30/8).

Dampak pengurangan pembelian obligasi The Fed sebelum akhir tahun 2021 terus diwaspadai oleh Bank Indonesia. Namun semakin baiknya komunikasi Bank Sentral AS terhadap rencana tapering off ini disebut Kepala Departemen Pengelolaan Moneter BI, Hariyadi Ramelan mampu menenangkan pasar dan direspon cukup positif.BI memandang kondisi inflasi, stabilitas Rupiah dan komposisi kepemilikan SBN yang semakin baik saat ini membuat efek tapering diyakini tidak akan menimbulkan dampak taper tantrum seperti tahun 2013.

Selain itu, Kepala Departemen Pengelolaan Moneter BI, Hariyadi Ramelan memastikan Bank Indonesia akan terus berada dipasar dengan triple intervention untuk memastikan stabilitas Rupiah tetap terjadi di masa tapering off. Hariyadi menyebutkan BI juga terus memperkuat koordinasi dan sinergi kebijakan dengan KSSK agar optimalisasi paket kebijakan menjaga stabilitas.

“Kami melihat ada risiko dari tapering off, ini berpotensi menahan masuknya arus modal asing (inflow). Kami sepakat, untuk melakukan stress test,” tegast Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti saat Rapat Kerja bersama dengan Badan Anggaran DPR RI, Senin (25/8).

Selain risiko tapering off tersebut, stress test yang akan dilakukan oleh bank sentral juga untuk mengantisipasi peningkatan varian Delta Covid-19 yang bisa memicu penurunan kepercayaan para investor.

BI mencatat dari awal tahun 2021 hingga 23 Agustus 2021, arus modal asing masuk hingga Rp 21 triliun. Dan dari awal Agustus 2021 hingga 23 Agustus 2021, arus modal asing yang masuk sebesar Rp 11,2 triliun.

Sumber

Baca juga: Tapering Off Mulai Berlaku, Ini Imbasnya Bagi Indonesia

Tags: