Bursa Efek Indonesia (BEI) memberhentikan perdagangan saham PT Plaza Indonesia Realty Tbk (PLIN) mulai sesi kedua Selasa kemarin. Alasan suspensi saham ini adalah karena PLIN belum memenuhi ketentuan V.1 Peraturan Bursa No. I-A.

Saham PLIN Kena Suspensi

Ketentuan V.1 Peraturan Bursa No. I-A merupakan ketentuan free float minimal. Perusahaan tercatat harus memenuhi ketentuan saham publik dengan kepemilikan kurang dari 5%, yakni minimal 50 juta saham dan 7,5% dari modal ditempatkan dan disetor penuh.

Selain itu, ketentuan V.2 Peraturan Bursa No. I-A juga mewajibkan emiten memenuhi sebanyak 300 pemegang saham publik. Sehingga saat ini terjadi penghentian perdagangan akibat kegagalan memenuhi beberapa peraturan tersebut.

Berdasarkan laporan bulanan registrasi pemegang efek PLIN, per 31 Desember, PT Plaza Indonesia memiliki 96,61% saham PLIN. Sedangkan kepemilikan masyarakat di bawah 5% hanya 2,99%, masih berada di bawah ketentuan. Selain kedua pemegang saham tersebut, PLIN memiliki saham treasury sebesar 0,4%.

Jumlah saham publik PLIN mencapai 106,08 juta saham. Tapi, dari sisi persentase, free float PLIN masih belum memenuhi. Secara mudahnya, free float sendiri adalah saham yang sedang beredar di masyarakat yang seharusnya berada di angka yang sesuai peraturan.

Berdasarkan penjelasan Plaza Indonesia Realty ke BEI pada 1 Desember 2020 lalu, perusahaan properti ini telah merealisasikan rapat umum pemegang saham luar biasa pada 20 Maret 2020. Selain itu perusahaan juga sudah menunjuk lembaga dan profesi penunjang pasar modal untuk pelaksanaan rencana hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue.

Terdapat Beberapa Halangan

Namun karena Covid-19 dan PSBB, PLIN bersama lembaga dan profesi penunjang belum dapat menyusun waktu yang memungkinkan. Saat ini perusahaan masih berfokus untuk memitigasi dampak Covid-19 serta mengupayakan tindakan preventif sebagai pencegahan penyebaran Covid-19 di lingkungan usaha.

Selain itu, PLIN menilai kondisi pasar modal masih kurang kondusif dan sangat memengaruhi minat pemegang saham atau investor untuk berpartisipasi dalam pelaksanaan rights issue. Perusahaan mengungkapkan bahwa PLIN berkomitmen untuk tetap mencatatkan sahamnya di BEI.

Baca juga: Hari Ini Vaksin Resmi Digunakan, Saham Farmasi Kok Turun?

Perusahaan tetap berupaya untuk mencari berbagai alternatif yang terbaik bagi para pemegang saham publik PLIN. Jika rencana HMETD tidak berjalan sesuai dengan target waktu, PLIN berniat menggelar rapat umum memegang saham untuk meminta perpanjangan atas rencana HMETD.

Selama beberapa bulan terakhir saham ini masih terlihat terus berkonsolidasi dan belum memperlihatkan pergerakan yang pasti. Hal ini menjadi wajar akibat sentimen ketidakpastian yang masih kuat di sekitarnya.

Dilansir dari Kontan

Tags: