Saham ADHI dikabarkan telah dapat diperdagangkan kembali pada hari ini Selasa 22 Desember 2020 setelah disuspensi. Suspensi kemarin terjadi akibat auto reject atas yang terjadi pada saham.

Saham ADHI Dibuka Kembali

Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka suspensi perdagangan saham PT Adhi Karya Tbk (ADHI) mulai perdagangan hari ini. Kemarin, BEI menghentikan perdagangan saham ADHI dilakukan karena terjadi peningkatan harga kumulatif yang signifikan.

Pada Jumat lalu, harga saham ADHI naik sekitar 11,49% ke Rp 1.650 per saham. Harga saham ADHI hingga saat ini masih cenderung melesat yang dimulai sejak pertengahan November lalu.

Harga saham ADHI mengakumulasi apresiasi sebesar 175% sejak 6 November yang masih sebesar Rp 600 per saham. Direktur Keuangan Adhi Karya, Agung Dharmawan, mengatakan bahwa kebutuhan capex tahun depan berada di antara Rp 2 triliun hingga Rp 3 triliun.

Anggaran tersebut salah satunya adalah untuk membiayai proyek, seperti proyek Yogyakarta-Solo-Bawen, pembelian alat, hingga keperluan anak usaha. Sumber dana tersebut dikabarkan berasal dari campuran yaitu dari internal perusahaan, bank, serta aksi korporasi bila diperlukan.

Direktur Utama Adhi Karya, Entus Asnawi, menyebutkan bahwa Adhi mencatatkan kontrak baru sebesar Rp 18,4 triliun hingga 12 Desember 2020. Ia memperkirakan hingga tutup tahun perusahaan masih dapat menciptakan kontrak baru lainnya sehingga diproyeksikan kontrak baru tahun ini sekitar Rp 20 triliun.

Emiten BUMN ini mengejar pertumbuhan kontrak baru hingga 20%. Dengan begitu, perkiraan kontrak baru tahun depan adalah sekitar Rp 24 triliun.

Kinerja Perusahaan

Entus menambahkan bahwa ADHI juga memproyeksikan pendapatan tahun depan juga dapat bertumbuh 20%. Sehingga ke depannya sentimen positif terhadap ADHI nampaknya akan terus meningkat bersama sektor konstruksi.

BEI menetapkan terjadinya peningkatan harga saham ADHI yang di luar kebiasaan atau unsual market activity (UMA) pada Kamis lalu. Direktur Keuangan Adhi Karya, AAG Agung Dharmawan, mengungkapkan bahwa pihaknya tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang mempengaruhi nilai efek perusahaan atau keputusan investasi pemodal.

Baca juga: PTPP Diprediksi Naik Bersama Mansurmology, Namun Koreksi Dahulu

Dia menambahkan bahwa kenaikan harga saham ADHI sejalan dengan kenaikan IHSG yang didukung oleh perbaikan kinerja operasional Adhi Karya. Agung menambahkan, katalis ekonomi makro lebih baik seperti peningkatan anggaran pembangunan infrastruktur di tahun 2021 dan perkembangan terkait vaksin Covid-19.

Menurut perusahaan, kenaikan tersebut juga didukung dengan adanya peningkatan perolehan kontrak Adhi Karya dalam keterbukaan informasi di BEI. Pada 2 Desember 2020, ADHI melaporkan bahwa hingga November 2020, emiten pelat merah ini mengantongi apresiasi kinerja.

Kinerja yang membaik itu terlihat dari kontrak baru yang mencapai Rp 17,3 triliun. Realisasi ini naik hingga 130,7% dibanding periode yang sama tahun 2019 yang tercatat Rp 7,5 triliun. Dengan demikian, nilai total  order book  ADHI mencapai Rp 47,8 triliun.

Dilansir dari IPOT NEWS

Tags: