PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) memiliki dua entitas yakni PT Enseval Putera Megatrading Tbk (EPMT) dan PT Global Chemindo Megatrading (GCM) membentuk perusahaan baru pernama PT Mostrans Global Digilog (MGD) pada 2 September 2021. Perusahaan tersebut didirikan dengan modal dasar sebesar Rp80 miliar.

Corporate Secretary Kalbe Farma, Lukito Kurniawan Gozali, mengungkapkan bahwa dari modal dasar tersebut 25% atau sebesar Rp20 miliar merupakan modal disetor dan ditempatkan. Adapun porsi masing-masing pendiri, yakni Rp19,8 miliar dari EPMT dan Rp200 juta dari GCM. Perusahaan baru tersebut bergerak di bidang aktivitas profesional, ilmiah dan teknis lainnya.

Perusahaan farmasi yang sudah tercatat di Bursa sejak 30 Juli 1991, PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) secara resmi pada 02 September 2021 mengumumkan pembentukan entitas anak usaha barunya atas nama PT Mostrans Global Digilog (MGD).

Merujuk pada keterangan tertulis yang disampaikan melalui laman keterbukaan informasi BEI, Senin (6/9/2021) tertera, kedua entitas anak Perusahaan, yaitu PT Enseval Putera Megatrading Tbk (EPMT) dan PT Global Chemindo Megatrading (GCM) sepakat untuk mendirikan perusahaan baru bernama PT Mostrans Global Digilog (MGD), tulis Lukito Kurniawan Gozali Corporate Secretary KLBF.

MGD berkedudukan di Kota Administrasi Jakarta Timur, merupakan sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang aktivitas professional, ilmiah dan teknis lainnya, serta perdagangan besar dengan modal dasar sejumlah Rp80 miliar.

Dari modal dasar tersebut telah ditempatkan dan disetor penuh sejumlah 25 persen atau sejumlah Rp20 miliar, masing-masing dengan bagian kepemilikan EPMT sejumlah Rp19,80 miliar atau setara 99 persen dan GCM sejumlah Rp200 juta atau setara 1 persen.

Pada penutupan perdagangan Senin, 6 September 2021, saham PT Kalbe Farma Tbk naik 2,78 persen ke posisi Rp 1.480 per saham. Saham KLBF berada di posisi tertinggi Rp 1.495 dan terendah Rp 1.415 per saham. Total frekuensi perdagangan 8.239 kali dengan volume perdagangan 572.719. Nilai transaksi Rp 84,2 miliar.

KLBF memiliki kas dan setara kas senilai Rp4,6 triliun per 30 Juni 2021. Sementara itu total aset perseroan tercatat sebanyak Rp23,41 triliun, dengan rincian aset lancar sebanyak Rp13,6 triliun dan aset tidak lancar Rp9,78 triliun.

Sumber

Baca juga: KLBF Buka Pabrik di Myanmar, Ditargetkan Beroperasi Akhir Tahun 2021