Demi menggenjot kinerja, PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) tengah menyelesaikan penambahan pabrik obat bebas dan obat resep di Myanmar dan dijadwalkan akan beroperasi di kuartal empat 2021.

KLBF Buka Pabrik di Myanmar

Menurut Presiden Direktur KLBF, Vidjongtius, sejauh ini KLBF sudah menyelesaikan pembangunan fisik pabrik berupa penyelesaian pekerjaan instalasi mesin dan penyelesaian proses izin komersil.

KLBF berharap kontribusi penjualan ekspor perseroan bisa bertumbuh antara 6% hingga 8%.
Hingga kuartal III 2020 KLBF mencatatkan penjualan ekspor hingga Rp 859,49 miliar.

Jumlah tersebut meningkat dari periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat Rp 945,52 miliar.

Adapun total penjualan KLBF sepanjang sembilan bulan pertama 2020 mencapai Rp 17,10 triliun. Pembangunan pabrik yang menelan biaya hingga Rp 300 miliar itu mempertimbangkan pasar Myanmar yang potensial karena penduduknya tengah berkembang.

KLBF juga berharap, pabrik tersebut dapat melayani permintaan produk dari negara-negara di sekitar Myanmar nantinya.

Sebagai informasi tambahan, sejauh ini produk KLBF dengan merek Mixagrip dan beberapa produk obat resep sudah menjadi pemimpin pasar di negara tersebut.

Myanmar Menjadi Tujuan Baik

Vidjong juga menambahkan, konflik politik yang memicu demonstrasi berkepanjangan di Myanmar saat ini tidak menghambat proses pabrik baru itu.

Selain pabrik di Myanmar, KLBF tengah menambah pabrik baru di Pulogadung dan pembatasan aktivitas masyarakat oleh pemerintah tidak menghalangi proses penyelesaiannya.

Adapun pabrik obat resep itu dijadwalkan akan komersil di tahun 2023 dengan perencanaan yang sudah disesuaikan dengan protokol kesehatan yang baik.

Baca juga: ANTM Masuk Indeks MSCI, Mendorong ACES Keluar

Sehingga aktivitas tetap bisa berjalan sebagaimana mestinya, menurut pernyataan dari pihak perusahaan mengenai rencana tersebut.

Sentimen ini dapat meningkatkan ketertarikan terhadap saham KLBF yang selama pandemi ini nampaknya mengalami pergerakan yang positif.

Namun sayangnya pergerakan tersebut nampaknya sedang melemah akibat terlihat stagnannya apresiasi dari beberapa tekanan jual dan fluktuasi akhir-akhir ini.

Tapi, secara jangka panjang, diprediksi bahwa KLBF akan menjadi salah satu saham yang akan bergerak naik secara signifikan.

Sentimen dari vaksin nampaknya menjadi perhatian utama untuk pergerakan saham KLBF dalam beberapa pekan ke depan.

Dilansir dari IPOT NEWS

Tags: