Saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) kini masuk dalam indeks MSCI Global Standard menggantikan posisi saham PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES). Perubahan konstituen indeks ini akan berlaku pada 26 Februari 2020.

Perubahan Indeks MSCI

Setelah diumumkan pada Selasa 9 Februari 2021, saham ANTM bergerak menguat pada perdagangan Hari Rabu 10 Februari 2021.

Saham ANTM diperdagangkan pada price earning ratio (PER) 61,46 kali. Adapun pada hari sebelumnya, ANTM ditutup melemah 3,53% ke level Rp 2.730.

Sementara itu saham ACES bergerak melemah pada perdagangan hari ini yang juga terdorong akibat sentimen IHSG.

ACES diperdagangkan dengan price earning ratio (PER) 38,97 kali. Pergerakan ini melanjutkan pelemahan pada Selasa kemarin di mana harga saham ACES  melemah 0,89% ke level Rp 1.670.

Selain mengubah daftar saham asal Indonesia, lembaga pembuat indeks MSCI ini juga melakukan pengubahan pada saham asal Taiwan dan China untuk wilayah Asia Pasifik.

MSCI menghapus satu saham asal Taiwan dan menambahkan satu saham lagi. Sementara itu MSCI menghapus tiga saham asal China dan menambahkan 14 saham.

ACES Keluar Setelah Berjaya

Perubahan ini membuat ACES keluar dari masa kejayaannya sebagai salah satu saham terbaik di Indonesia.

Pada saat pandemi baru mulai dan sedang sangat ganas, saham ini menjadi salah satu andalan. Saat perekonomian mulai terdampak secara signifikan oleh Covid-19 di pertengahan 2020, ACES menjadi salah satu saham unggulan akibat pergerakannya yang kuat.

ACES pada saat itu juga mendapatkan rekomendasi dari beberapa perusahaan investasi besar dalam ranah internasional seperti JP Morgan yang juga membuatnya masuk ke indeks MSCI saat itu.

Namun sayangnya apresiasi ini nampak sudah melemah akibat ACES mulai turun dari pergerakan apresiasinya di Tahun 2020.

Baca juga: Indeks Bisnis 27 Menguat, ICBP Layak Dilirik

Saat ini ANTM akan menggantikannya akibat apresiasinya yang cukup signifikan sejak akhir 2020. Apresiasi terjadi akibat adanya sentimen positif pabrik baterai listrik yang melibatkan kerja sama BUMN.

Dikabarkan bahwa kerja sama antara Pertamina, PLN, dan Antam masih terlihat terus kuat akibat sudah banyaknya peresmian dan juga dorongan dari investor.

Sehingga saat ini ANTM adalah salah satu saham yang dapat dilirik. Namun mengingat apresiasinya yang sudah signifikan, perlu analisis lebih dalam dan manajemen risiko untuk menjaga potensi kerugian.

 

Tags: