Indeks Bisnis 27 terpantau menguat pada pembukaan perdagangan hari Rabu 10 Februari 2021. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, indeks ini ada di level 516,77,22, naik 0,01% dari Senin kemarin.

Dari seluruh anggota konstituen yang ada, sebanyak 12 saham terpantau naik, 3 saham stagnan, dan 12 lainnya terkoreksi.

Kondisi Indeks Bisnis 27

Saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) menjadi penggerak utama apresiasi indeks dengan apresiasi 2,27% ke Rp9.000. Menyusul di belakangnya adalah PT Astra International Tbk (ASII) dan PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) yang masing-masing naik 1,72% dan 1,61%.

Saham sektor perbankan pada indeks Bisnis 27 masih memenuhi daftar saham yang dibeli oleh investor asing pada sesi perdagangan hari ini. Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menduduki peringkat pertama daftar sementara dengan nilai beli bersih Rp48,3 miliar.

Emiten lain pada Indeks Bisnis 27 yang juga diburu oleh para investor diantaranya adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) dengan nilai beli Rp13,2 miliar. Selain itu, ASII dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) masing-masing sebesar Rp7,1 miliar dan Rp3,1 miliar.

Baca juga: Bank BCA Yakin Kredit Bisa Naik Hingga 6% Tahun Ini

Sementara itu, saham PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES) terpantau melemah 3,59% disusul oleh dua emiten lainnya yakni PT Mayora Indah Tbk (MYOR) dan PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) yang terkoreksi masing-masing 1,16% dan 0,94%.

Sejumlah saham penghuni Indeks Bisnis 27 juga menghiasi daftar emiten yang diincar oleh para investor asing. Saham PT Adaro Energy Tbk (ADRO) mencatatkan tekanan jual asing Rp3,9 miliar disusul oleh ACES dengan nilai jual Rp2,1 miliar.

ICBP Layak Dilirik

Akibat apresiasi saat ini, ICBP nampak menjadi salah satu saham yang layak dilirik. Hal ini disebabkan kondisinya yang baik dan juga pergerakannya yang dinilai masih murah.

Pergerakan Harian ICBP

Saat ini harga mulai terlihat bergerak naik setelah turun dalam beberapa hari terakhir. Namun perlu diingat dengan adanya hari raya Imlek, terdapat potensi koreksi.

Sehingga manajemen risiko tetap perlu dilakukan untuk menghindari adanya potensi kerugian. Sekarang pergerakan juga masih terlihat turun sehingga belum ada pertanda apresiasi signifikan.

Namun Indikator RSI dan MACD sudah mendekati zona jenuh yang dapat menandakan potensi putar balik arah. Tetapi saat ini batas atas pada Rp8.920 dan Rp9.114 harus ditembus sebelum dapat terus bergerak naik kembali.

Jika batas tersebut berhasil dilalui kemungkinan apresiasi akan terjadi sangat signifikan. Namun semua juga tergantung kepada kondisi perekonomian terutama dengan adanya PPKM yang diterapkan pemerintah.

Tags: