PT Indosat Tbk (ISAT) merencanakan penjualan 4.000 menara telekomunikasi milik perseroan. Nilai transaksinya diperkirakan melebihi nilai transaksi penjualan 3.100 menara pada 2019.

Indosat Jual Menara

Chief Legal & Regulatory Officer as Acting Corporate Secretary Indosat, Natasha Nababan, mengatakan perseroan masih dalam tahap awal penjajakan transaksi tersebut.

Jika terjadi, transaksi tersebut dapat menjadi transaksi material di bawah peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang berlaku.

Pada 2019, Indosat menjual 3.100 menara kepada PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel) dan PT Protelindo.

Tercatat, sebanyak 2.100 menara dilepas ke Mitratel, anak usaha PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) atau Telkom.

Sisanya 1.000 menara dijual ke Protelindo, anak usaha PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR). Dari hasil penjualan 3.100 menara tersebut, perseroan meraih dana segar Rp 6,39 triliun.

Selanjutnya, Indosat menggunakan dana hasil penjualan menara tersebut untuk kebutuhan investasi perseroan, terutama peningkatan kapasitas dan kualitas jaringan 4G.

Baca juga: Saham ICBP Masih Bergerak Turun, Apa Penyebabnya?

Saat itu, manajemen menilai transaksi berdampak positif terhadap keuangan perusahaan karena bisa menaikkan tingkat likuiditas dan solvabilitas keuangan. Hal tersebut kemudian meningkatkan kemampuan pinjaman perseroan.

Penjualan menara telekomunikasi ini akan menambah daftar rencana aksi korporasi Indosat tahun ini. Pada akhir Desember lalu, Ooredoo QPSC selaku induk usaha Indosat, menandatangani nota kesepahaman eksklusif.

Selain itu, Oordeoo tidak terikat dengan CK Hutchison Holdings Ltd sehubungan dengan potensi merger antara Indosat dan PT Hutchison 3 Indonesia. Periode MoU ini berlaku hingga 30 April 2021.

Rencana Berikutnya

Director and Chief Financial Officer Indosat Eyas Naif Assaf mengatakan, saat ini belum ada progres yang signifikan dari kelanjutan MoU.

Dengan demikian, pihaknya juga belum dapat mengungkap dampak terhadap karyawan atau kinerja keuangan, apabila merger terealisasi.

Eyas menambahkan, perseroan juga masih menghitung rencana anggaran belanja modal untuk tahun 2021. Hasil dari perhitungan akan diumumkan setelah selesai audit laporan keuangan tahun 2020.

Sebagai gambaran, perseroan memperkirakan telah menyerap belanja modal hampir Rp 9 triliun selama 2020. Angka tersebut sesuai dengan target yang direncanakan yaitu pada sekitar Rp 8,5 triliun hingga Rp9,5 triliun.

Director & Chief Operating Officer Indosat Vikram Sinha, mengatakan, perseroan tetap fokus menggelar jaringan 4G ke seluruh Indonesia sepanjang 2021. Pihaknya juga mendukung pemerintah dalam implementasi teknologi 5G pada masa mendatang.

Nampaknya fokus utama akan tertuju pada beberapa rencana tersebut untuk Indosat pada Tahun 2021 ini.

Dilansir dari Investors Daily

Tags: