PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) optimistis pada tahun ini pertumbuhan kredit akan tumbuh di kisaran 4% hingga 6% akibat kepercayaan Bank BCA terhadap perkeonomian.

Segmen korporasi diproyeksikan akan kembali pulih dan menjadi penopang utama pertumbuhan penyaluran kredit perseroan yang sempat melambat di tahun 2020.

Bank BCA Yakin Kredit Bisa Naik

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan, pendorong utama pertumbuhan kredit pada tahun ini akan ditopang kredit korporasi yang permintaannya masih cukup besar.

Permintaan itu terlihat dari kredit korporasi yang mampu tumbuh di 7,7% secara tahunan pada 2020 lalu menjadi Rp 255,1 triliun.

Ia menerangkan, kredit perseroan secara rata-rata masih tumbuh 4,7% secara tahunan. Sedangkan total fasilitas kredit untuk bisnis meningkat 5% secara tahunan.

Akan tetapi, karena adanya pelemahan aktivitas bisnis, maka fasilitas tersebut tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Sehingga per akhir Desember 2020 total kredit BCA turun 2,1% secara tahunan menjadi Rp 575,6 triliun. Dengan demikian, secara konsolidasi total kredit tercatat sebesar Rp 588,7 triliun, atau melemah 2,5% YoY.

Permasalahan Penghambat

Hal tersebut disebabkan karena beberapa perusahaan BUMN seperti PT Pertamina (Persero) dan PT Kereta Api Indonesia tidak jadi menarik pinjaman dari BCA.

Kemudian PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) dan beberapa BPD juga tidak jadi menarik pinjaman karena kelebihan likuiditas.

Kredit konsumer juga tertekan cukup dalam pada tahun 2020 lalu lantaran pembatasan aktivitas masyarakat.

Secara total, kredit konsumer terkontraksi 10,8% secara tahunan menjadi Rp 141,2 triliun. Penurunan outstanding pada segmen konsumer tersebut disebabkan oleh tingkat pelunasan yang lebih tinggi dibandingkan pemberian fasilitas kredit baru.

Baca juga: IHSG Diprediksi Menguat Setelah Menembus Rp6.000 Kembali

Di awal tahun itu KKB atau KPR meningkat secara baik, namun pada Bulan April, KKB turun hanya menjadi Rp 90 miliar, yang menurut Presiden Direktur BCA, menyedihkan.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Keuangan BCA, Vera Eve Lim, menyatakan target Rencana Bisnis Bank BCA yang dipatok di rentang 4%-6% sejalan dengan membaiknya perekonomian nasional.

Target ini didasarkan oleh kepercayaan Bank BCA terhadap kondisi perekonomian yang dirasa mulai memulih bersama adanya harapan dari vaksin.

Dilansir dari CNBC Indonesia

Tags: