PT Bank Jago Tbk (ARTO) menanggung kerugian sebesar Rp47 miliar sepanjang semester I 2021. Bank digital besutan konglomerat Jerry Ng ini mengaku kerugian tersebut merupakan imbas dari peningkatan biaya operasional sebesar 135% menjadi Rp183 miliar per Juni 2021.

Bank yang disokong investor Singapura dan Gojek,

(ARTO) masih mencatatkan rugi bersih sebesar Rp 47 miliar pada semester I-2021, turun 8% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu dengan rugi bersih Rp 50,91 miliar.

Meskipun demikian harga saham ARTO malah menembus level tertinggi sepanjang sejarahnya tepatnya pada perdagangan sesi pertama pagi tadi saham ARTO sempat diperdagangkan di level Rp 17.050/unit.

Pada penutupan perdagangan ARTO ditutup naik 2,9% ke level harga Rp 16.825/unit sehingga tercatat saham perbankan digital ini memiliki kapitalisasi pasar Rp 233 triliun. Selama sepekan ARTO sudah melesat 5,82% sedangkan dalam sebulan sudah terbang 24%.

Direktur Utama Bank Jago, Kharim Siregar, mengungkapkan bahwa Bank Jago sebagai bank teknologi yang masih berkembang aktif mengalokasikan belanja modal () untuk investasi di bidang IT, pengembangan aplikasi, dan rekrutmen talenta baru.

“Jadi, kinerja belim positif karena faktor investasi. Kami menilai hal tersebut sebagai sesuatu yang wajar dan masih sejalan dengan perencanaan awal. Investasi ini tentu akan bisa dinikmati hasilnya di masa mendatang,” pungkas Kharim pada Senin, 26 Juli 2021.

Ia menambahkan, secara kuartalan rugi yang ditanggung Bank Jago tercatat mengalami perbaikan. Bank Jago diketahui merugi Rp38 miliar pada Q121 dan menurun menjadi Rp9 miliar pada Q121. Penurunan tersebut ditopang oleh adanya kenaikan kredit dan penempatan dana lebuh dari hasil right issue di instrumen produktif lainnya.

“Data tersebut menunjukkan bahwa kinerja bank ini terus membaik dan semakin solid,” sambungnya.

Bank Jago membukukan kenaikan 695% (yoy) menjadi Rp2,17 triliun sepanjang semester I 2021 dengan rasio kredit bermasalah (NPL) berada di level 0%. Kenaikan kredit itu pun mendongkrak pendapatan bunga Bank Jago hingga 289%. Dengan beban bunga yang meningkat 46%, Bank Jago mengantongi kenaikan pendapatan bunga bersih sebesar 423% menjadi Rp139 miliar.

Aset Bank Jago mengalami kenaikan signifikan hingga 491% dari Rp1,7 triliun menjadi Rp10 triliun. Dana pihak ketiga (DPK) pun meningkat sebesar 326% menjadi Rp1,73 triliun.

Kolaborasi diwujudkan melalui kerja sama dengan sejumlah perusahaan peer to peer (P2P) lending,multifinance, digital ekosistem dan integrasi aplikasi dengan platform investasi Bibit sertasuper appGojek.

Dia mengatakan, pertumbuhan kredit di semester I mengerek pendapatan bunga sebesar 289% (yoy).

Kondisi ini turut mendongkrak rasio net interest margin (NIM) dari 4,1% menjadi 5% pada kurun yang sama.

Dia menjelaskan, sebagai bank teknologi yang tengah berkembang, perseroan terus mengalokasikan belanja modal untuk investasi IT, pengembangan aplikasi dan rekruitmen talenta baru. Hal ini membuat biaya operasional (operating expense) meningkat 135% menjadi Rp183 miliar.

Kenaikan biaya operasional ini berdampak ke perolehan laba periode semester I-2021 yang masih membukukan rugi bersih Rp 47 miliar.

“Jadi, kinerja kami belum positif karena faktor investasi. Kami menilai hal tersebut sebagai sesuatu yang wajar dan masih sejalan dengan perencanaan awal. Investasi ini tentu akan bisa dinikmati hasilnya di masa mendatang,” kataKharim, dalam keterangan resmi, Senin (26/7).

Kharim menjelaskan, jika dihitung secara kuartalan, kinerja Bank Jago sejatinya semakin membaik.

Pada kuartal I 2021, Jago membukukan kerugian Rp38 miliar. Dengan kenaikan kredit dan penempatan dana lebih dari hasilrights issuedi instrumen produktif lainnya, kerugian dapat diperkecil menjadi Rp 9 miliar pada kuartal II 2021.

“Data tersebut menunjukkan bahwa kinerja bank ini terus membaik dan semakin solid,” kata Kharim.

“Berbagai indikator keuangan menunjukkan Jago memiliki fundamental yang sangat kuat dan mampu menopang target untuk tumbuh secara berkelanjutan,”kata Kharim.

Baca juga: IHSG Menguat, Intip Rekomendasi Saham BBRI, BBCA, TLKM, Sebelum Libur Besok!

Tags: