IHSG mnguat, Intip Rekomendasi Saham BBRI, BBCA, TLKM, ARTO dan TBIG Sebelum Libur Besok!

Pada sesi perdagangan pertama (25/05) terlihat jika IHSG menguat. Pada senin (24/05) IHSG menguat ditutup terkoreksi 0,16 persen di level 5763,63, meskipun dibuka IHSG menguat di level 5793,06 dan sempat menjajal level 5.805,15. Dilansir dari marketbisnis.com Samuel Sekuritas Indonesia memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan berkondolidasi pada perdagangan hari ini, Selasa (25/5/2021). Saham-saham perbankan besar menjadi sasaran beli asing seperti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Telkom Indonesia (TLKM), PT Bank Jago Tbk (ARTO), dan PT Tower Bersama (TBIG).

Berikut beberapa rekomendasinya!

Baca juga: Saham BBRI Masuk Rekomendasi Beli Mayoritas Analis, Mengapa?

BBRI

Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) terpantau menguat dan menjadi salah satu yang paling banyak diincar oleh investor asing pagi ini. Investor asing membeli saham BBRI senilai Rp56,7 miliar dan harga menguat 2.23% persen menjadi Rp4.130.

BBCA

Selanjutnya, Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) juga terpantau menguat dan menjadi salah satu yang paling banyak diincar oleh investor asing pagi ini. Terlihat volume asing sesi pagi ini Rp 8.8 milyar. Harga menguat 0.79%% persen menjadi Rp3.1875 dan menjadikan IHSG menguat.

TLKM

Saham PT Telkom Indonesia (TLKM) menguat juga menjadi salah satu yang paling diincar. Terlihat volume asing sesi pagi ini Rp23.3 miliar. Harga menguat 1,23%  persen menjadi Rp3.290 dan menjadikan IHSG menguat.

ARTO

ARTO, Saham PT Bank Jago, menguat dan juga menjadi salah satu yang paling diincar. Terlihat volume asing sesi pagi ini Rp42.3 miliar. Harga menguat 9.39%  persen menjadi Rp11.650.

TBIG

PT Tower Bersama (TBIG) juga menjadi patut menjadi watchlist. Terpantau, volume net foreign pagi ini Rp38.1 miliar. Terpantau Rp2520.

Selain itu, investor juga menanti hasil rapat gubernur Bank Indonesia pada Selasa guna mendapatkan sinyal prospek kebijakan moneter dan pandangan prekonomian Indonesia di tengah pertumbuhan inflasi yang masih stagnan di bawah dua persen. Investor berspekulasi The Fed akan mempertahankan dukungan moneter dalam beberapa bulan mendatang karena rebound ekonomi terbesar dunia. Hal ini justru memicu kekhawatiran pertumbuhan inflasi yang lebih cepat.

Jadi, sudahkan para trader memiliki saham rekomendasi diatas?

Baca juga: BBCA Terkoreksi Setelah “Dibuang” Investor Walau IHSG Naik

 

Tags: