El Salvador jadi negara pertama di dunia yang menjadikan Bitcoin sebagai mata uang resmi negara. Namun keputusan tersebut tak didukung oleh sejumlah penduduknya. Rabu (15/9/2021), ribuan warga El Salvador memprotes pengenalan Bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah. Mereka juga menentan reformasi peradilan yang digelar pemerintah.

Pada hari perayaan dua abad kemerdekaan El Salvador dari kekuasaan Spanyol, pengunjur rasa membakar ATM Bitcoin di ibu kota San Salvador. Saat ini pemerintah menyediakan 200 mesin ATM Bitcoin. Warga El Salvador ramai-ramai turun ke ruas jalan memprotes kebijakan Presiden Nayib Bukele melegalkan Bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah di negara tersebut.
Menyuarakan penolakan mereka, para pendemo nekat membakar 200 mesin ATM Bitcoin yang telah dipasang di seluruh negara.

Para aktivis yang melakukan aksi itu menyebut demonstrasi dilakukan karena mereka menilai Bitcoin tidak dapat membantu masyarakat El Salvador.

Sementara, para ahli menyatakan legalisasi Bitcoin dapat memicu inflasi di negara yang memiliki angka kemiskinan dan pengangguran tinggi tersebut.

Republik dalam bahaya, itu sebabnya kami menuntut penghormatan atas kekuatan independensi kekuatan,” ujar Zaira Navas, seorang aktivis kelompok hak asasi Cristosal.

“Kami berbaris karena kami tidak menginginkan undang-undang Bitcoin karena tidak menguntungkan kami,” ungkap Natalia Belloso, 41, yang mengenakan kaus putih bertuliskan tidak untuk Bitcoin. “Bitcoin sangat fluktuatif.”

Para ahli dan regulator telah mengungkapkan kekhawatirannya soal penggunaan Bitcoin sebagai mata uang resmi El Salvador. Fluktuasi harga Bitcoin berpotensi meningkatkan inflasi harga di negara dengan kemiskinan dan pengangguran tinggi ini. Pengguna juga tidak terlindungi dari fluktuasi uang kripto populer itu.

Pekan lalu, El Salvador menjadi negara pertama di dunia yang melegalkan cryptocurrency atau mata uang kripto menjadi alat pembayaran yang sah, selain dolar AS. Keputusan yang diambil oleh Bukele itu memunculkan banyak menimbulkan spekulasi.

Aktivitas penggunaan Bitcoin mulai terlihat meningkat setelah menjadi negara pertama yang mengadopsi mata uang kripto itu jadi alat pembayaran yang sah. Terdapat lonjakan empat kali dari transfer kecil yang terjadi di negara itu pada bulan Mei dari tahun lalu.

Namun memang jumlahnya belum sebesar dengan pengiriman uang yang dikirimkan dalam dolar. Informasi ini berdasarkan laporan yang dibagikan pada Reuters.

Baca juga: Bagaimana Bitcoiner Bekerja Dengan Pemimpin El Salvador?