Mayora dikabarkan masih positif dan optimis terhadap penjualan hasil produksinya yang merupakan barang konsumen. Perusahaan ini positif bahwa pada kuartal ketiga dan keempat tahun ini, mereka akan terus tumbuh dalam penjualan.

Mayora Positif Terhadap Penjualan

PT Mayora Indah Tbk (MYOR) positif dan optimistis penjualan produksi konsumer akan terus bertumbuh di kuartal ketiga hingga kuartal keempat tahun ini. Pihak manajemen dari perusahaan mengatakan bahwa tingkat konsumsi memang turun yang tercermin dari tren penjualan perseroan.

Namun, titik terendah dari tren penurunan sudah dilewati pada Mei 2020 lalu dan sebulan kemudian sudah terjadi pemulihan. Menurut pihak manajemen, penjualan kini sudah mulai pulih dan menunjukkan tren peningkatan yang didukung oleh kenaikan penjualan.

MYOR sendiri memang menargetkan penjualan pada semester kedua tahun 2020 dapat bertumbuh. Pertumbuhan tersebut diprediksi akan berasal dari kenaikan penjualan domestik dan ekspor. Pertumbuhan penjualan yang akan dan sudah terjadi di dalam dan luar negeri akan berlaku untuk semua segmen penjualan.

Manajemen menilai prospek penjualan dari minuman olahan dalam kemasan untuk produk Torabika masih bisa bertumbuh. Hal ini disebabkan terlihatnya dari penjualan pada semester pertama tahun ini yang cukup stabil. Torabika sendiri merupakan salah satu produk unggulan dari MYOR, mengingat namanya yang cukup terkenal di masyarakat. Sehingga, kemungkinan tumbuhnya penjualan produk ini masih sangat mungkin dan dapat mendorong penjualan MYOR.

Kondisi Saham MYOR

Sejak awal Januari 2020 hingga akhir Maret, saham ini sempat mengalami penurunan sekitar 30,30%. Hal ini disebabkan oleh sentimen dari Covid-19 yang memang membuat pasar saham secara menyeluruh turun secara drastis. Namun, sejak awal April 2020 hingga saat ini, saham ini mulai memulih dan sudah mengalami apresiasi sekitar 77,40%.

Baca juga: Saham JSKY Masih Kena Suspensi Setelah Naik 21,24%!

Tetapi, di Bulan September, saham ini sempat mengalami depresiasi kembali tepatnya setelah adanya sentimen Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) kembali. Namun, nampaknya pergerakan ini masih aman dan hanyalah sebuah koreksi. Untuk saat ini, saham ini masih bergerak naik dan belum melewati batas bawah pergerakan.

Sehingga nampaknya, dengan adanya prediksi dan pernyataan perusahaan bahwa penjualan dari perusahaan akan meningkat, nampaknya saham ini akan naik. Selama saham ini tidak menembus batas bawah dari Rp 2.200, nampaknya pergerakan kedepannya masih akan terus naik.

Dilansir dari IPS Research

Tags: