Saham JSKY dikabarkan masih dalam penerapan suspensi atau pemberhentian perdagangan oleh Burse Efek Indonesia (BEI). Pemberhentian ini dikabarkan akibat apresiasinya yang sangat tinggi sejak awal September, dan penutupan pekan lalu yang mencapai 21,24%.

Saham JSKY Masih Dalam Suspensi

PT Sky Energy Indonesia Tbk (JSKY), akhirnya kembali dihentikan sementara atau suspensi oleh BEI mulai sesi satu Senin ini. Suspensi itu sehubungan dengan terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham JSKY. Oleh karena itu, BEI merasa perlu adanya penghentian sementara perdagangan saham Sky Energy Indonesia di Pasar Reguler dan Pasar Tunai. Pemberhentian ini dimulai sesi I perdagangan tanggal 21 September 2020 sampai dengan pengumuman Bursa lebih lanjut.

Saham JSKY sudah disuspensi sebelumnya pada Kamis, 17 September 2020, bersama dengan PT Trinitan Metals And Minerals Tbk (PURE) dan Waran Seri I Pure (PURE-W). Alasannya juga sama, terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan. Perdagangan saham JSKY pun dibuka pada Jumat, 18 September 2020, sebelum akhirnya kembali disuspensi pada pagi ini.

Pada Jumat kemarin, saham JSKY sendiri mengalami peningkatan sekitar 21,24% yang membuat saham ini disuspensi. Apresiasi ini tergolong tinggi sehingga dianggap berisiko oleh BEI dan perlu diterapkan suspense dalam rangka stabilisasi harga. JSKY sendiri merupakan perusahaan energi milik keluarga Tandiono, bersama dengan PURE. Perusahaan ini tercatat di bursa pada 28 Maret 2018 dengan menawarkan saham di pasar perdana senilai Rp 400/saham.

Baca juga: Mengenal Saham Floating dan Contohnya

Melihat dari data BEI, saham JSKY pekan lalu naik 39,62%, sebulan terakhir naik 289,47%, dan 3 bulan terakhir naik 270% dengan kapitalisasi pasar Rp  601,63 miliar. Angka ini merupakan angka yang cukup signifikan sehingga kemungkinan kedepannya jika stabil, apresiasi ini akan terus terjadi.

Pergerakan Harga Kedepannya

Untuk saat ini, saham JSKY sedang berusaha memulihkan kehilangannya yang terjadi sejak 2019 akibat sentimen pandemi ini. Kemungkinan, dengan pergerakan naiknya saat ini, kedepannya pemulihan itu benar dapat terjadi dan JSKY akan terus naik.

Pergerakan Harian Saham JSKY

Untuk saat ini, nampaknya ada kemungkinan besar tekanan jual akibat pengambilan keuntungan oleh beberapa investor. Sehingga, ada kemungkinan koreksi yang akan membawa harga kembali turun. Saat ini, batas bawah harga kemungkinan besar berada di Rp 196. Skenario terburuk adalah harga kembali turun ke Rp 144, kemudian Rp 106, dan membawa ke harga terendah ke Rp 57.

Namun, nampaknya hal tersebut masih jauh dari mungkin karena sentimen positif yang membawa saham ini terus naik hingga saat ini. Setelah adanya kemungkinan koreksi, kemungkinan besar saham akan naik ke Rp 370 sebelum kemudian menyentuh Rp 504, dan kemudian Rp 607. Jika saham terus naik, kemungkinan target selanjutnya ada di daerah tahun lalu pada Rp 694, kemudian Rp 787, dan Rp 874. Kemudian jika ternyata harga terus naik, target selanjutnya kemungkinan ada di harga tertinggi Tahun 2019 pada Rp 926 dan kemudian Rp 997. Tetapi untuk saat ini, hal yang bisa dilakukan adalah menunggu reaksi saham setelah suspensi berakhir.

Tags: