Matahari bukukan penjualan kotor sekitar Rp 5,9 Triliun untuk kuartal ketiga Tahun 2020. Angka penjualan kotor ini merupakan penurunan namun tetap baik mengingat masih adanya dampak pandemi.

Matahari Bukukan Penjualan Kotor Rp 5,9 Triliun

PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) tercatat bukukan penjualan kotor sebesar Rp5,9 triliun sampai dengan kuartal III tahun ini. Angka ini merupakan 57,6% lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pendapatan bersih tercatat turun 57,5% secara tahunan menjadi Rp3,3 triliun. Saat ini, Matahari sedang menjalankan strategi pengetatan biaya untuk mengurangi dampak pandemi COVID-19.

CEO dan Wakil Presiden Direktur Matahari Department Store, Terry O’Connor, mengatakan untuk mengurangi dampak pandemi, perseroan menjalankan pengetatan biaya, termasuk upaya negosiasi demi memperoleh keringanan sewa. Langkah ini menghasilkan penurunan beban operasional sebesar 26,2% pada kuartal III tahun ini dan 29,3% selama periode Januari hingga September. Walaupun begitu, Matahari tetap membukukan rugi bersih sebesar Rp 617 miliar hingga September 2020.

Pandemi COVID-19 yang sedang berlangsung ini dinyatakan manajemen telah mempercepat penutupan gerai-gerai yang kurang baik sejalan dengan upaya restrukturisasi bisnis. Sepanjang tahun ini, menurut Terry, tujuh gerai format besar dan seluruh gerai khusus ditutup, sementara tiga gerai format besar dibuka. Saat ini, Matahari mengoperasikan 153 gerai di 76 kota di seluruh Indonesia. Matahari berniat untuk mengakhiri tahun ini dengan portofolio sekitar 150 gerai format besar yang menguntungkan.

Rencana Pemulihan

Semua rencana pemulihan Matahari dikabarkan masih berjalan sesuai rencana, namun peningkatan kunjungan ke gerai Matahari masih tertahan oleh PSBB. Lebih lanjut, gerai Matahari terus menjunjung tinggi lima komitmen Matahari dan tetap melayani pelanggan dengan baik serta menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Perusahaan telah melunasi fasilitas kredit tambahan yang diperoleh pada Mei 2020.

Baca juga: WSBP Berencana Restrukturisasi Pinjaman Rp 2 Triliun

Saat ini, perusahaan juga turut melakukan kendali yang ketat atas pengeluaran dan pembekuan belanja modal masih berlaku, selain terkait dua toko yang dibuka pada kuartal ini. Pemulihan pemotongan gaji telah dimulai sejalan dengan pemulihan perusahaan, dan direncanakan untuk pulih sepenuhnya pada kuartal IV tahun ini.

Matahari adalah platform ritel terbesar di Indonesia dengan 153 gerai di 76 kota di Indonesia, serta secara daring melalui Matahari.com. Selama lebih dari 60 tahun, Matahari menyediakan pakaian, produk kecantikan dan produk sepatu yang berkualitas, modis dan terjangkau bagi kalangan menengah Indonesia yang semakin meningkat.

Dilansir dari IMQ21

Tags: