Tahun ini kinerja PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM) diprediksi akan tumbuh lantaran perseroan sudah banyak mendapatkan kontrak baru. IPCM saat ini sedang merampungkan tahap akhir pembangunan 4 kapal tunda berkapasitas 2×2200 horse power. Kapal tersebut dikabarkan bernilai investasi Rp230 miliar.

Kinerja IPCM Diprediksi Menguat

Menurut Amri Yusuf, Direktur Utama IPCM, penambahan 4 armada ini akan menjadi tambahan kekuatan perseroan. Kekuatan yang dimaksud adalah untuk menjaga kinerja perseroan di tengah pandemi Covid-19.

Pada November 2020 lalu IPCM telah memperoleh pelimpahan pelaksanaan pelayanan jasa pemanduan dan penundaan dari Kementerian Perhubungan RI. Pelayanan tersebut adalah di wilayah perairan wajib pandu Pelabuhan Internasional Patimban, pelabuhan baru di daerah Subang Jawa Barat, dan Terminal Khusus [Tersus] PT Jawa Satu Power.

Jumat lalu, KT-IPCM Abimanyu I telah selesai dikerjakan dan resmi diluncurkan di Citra Shipyard Batam, perusahaan pembuat kapal tunda di Sei Lekop, Sagulung, Batam. Sebelumnya, KT-IPCM Abimanyu II, III, dan IV telah memulai olah geraknya di sejumlah wilayah operasi.

Sehingga, IPCM percaya bahwa selesainya pembangunan keseluruhan armada ini akan berkontribusi pada kinerja 2021. Khususnya, kinerj akan positif pada pasar-pasar baru yang dikembangkan.

IPCM pada 2021 dikabarkan memiliki peluang yang lebih besar akibat perseroan akan melakukan pengadaan penambahan jumlah armada lagi. Penambahan tersebut yakni 1 kapal tunda dan 3 motor pandu dengan total investasi Rp95,4 miliar.

Target Kinerja Masih Berpandangan Positif

IPCM membidik pertumbuhan yang sama dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi yaitu sekitar 5%. Sedangkan, pertumbuhan di luar pelabuhan umum seperti Terminal Khusus (Tersus) dan Terminal Untuk Kepentingan Sendiri ( TUKS ) diproyeksikan tumbuh sekitar 15%.

Hingga September 2020, pendapatan jasa penundaan IPCM mencapai Rp 448,5 miliar atau berkontribusi 87,9% dari total pendapatan perusahaan. Dari jasa penundaan tersebut, terdapat peningkatan signifikan dalam pendapatan TUKS yang naik 25,1% menjadi Rp 57,8 miliar.

Baca juga: Saham BUMI Bergerak Naik, Diprediksi Terus Menguat

Kontribusi di sektor ini naik menjadi 11,3% dari total pendapatan. Di tahun 2019, kontribusi pendapatan TUKS ini masih 9,4%.

Selanjutnya, pendapatan dari Tersus juga tumbuh tajam hingga 31,2% menjadi Rp 47,8 miliar yang meningkat dari 7,4% menjadi 9,4% dari total pendapatan perusahaan. Hal ini sejalan dengan strategi untuk meningkatkan porsi pendapatan di luar pelabuhan umum.

Selain itu, IPCM mencatat laba bersih sebesar Rp 69,7 miliar atau naik 1,3% dari Rp 68,8 miliar pada periode yang sama tahun 2019. Pada Desember 2020, IPCM telah membagikan dividen interim sebesar Rp2 per saham dengan total Rp10,6 miliar.

 

Tags: