Harga saham emiten batu bara PT Bumi Resources Tbk (BUMI) melanjutkan apresiasinya sejak pekan lalu. Di awal pekan ini saham BUMI ditutup menguat 3,23% pada Sesi I Perdagangan. Sebanyak 617,44 juta saham diperdagangkan dengan nilai Rp 49,4 miliar.

Saham BUMI Bergerak Positif

Investor domestik masih mendominasi aksi jual beli dari saham emiten batu bara ini. Tercatat aksi beli investor domestik mendominasi 49% dengan 605 juta saham senilai Rp 39,6 miliar. Sementara aksi jual investor domestik 43,98% dengan 542,7 juta saham senilai Rp 35,3 miliar.

Untuk investor asing, terlihat lebih banyak aksi jual dibandingkan aksi beli. Tercatat aksi beli hanya 1,01% untuk 12,4 juta saham senilai Rp 815,7 juta. Kemudian aksi jual 6,02% sebanyak 74,7 juta saham senilai Rp 4,9 miliar.

Sebelumnya, perusahaan batu bara terbesar ini juga berencana melakukan diversifikasi usaha dalam jangka menengah, setelah menyelesaikan kewajiban utangnya. Diversifikasi usaha dilakukan melalui hilirisasi batu bara melalui proyek gasifikasi, dan juga produksi emas melalui anak usahanya.

Baca juga: Enseval Kerja Sama dengan Bio Farma Terkait Vaksin

Untuk gasifikasi pemasokan untuk proyek hilirisasi batu bara tersebut baru dimulai paling cepat pada 2023-2024. Sementara untuk proyek gasifikasi yang melibatkan salah satu anak usahanya, Arutmin Indonesia, masih dalam tahap pre-studi kelayakan dan diperkirakan baru dimulai 2025.

Sisi Tenikal Masih Mendukung Apresiasi

Saat ini saham BUMI masih terus bergerak naik walau mulai terkoreksi di sesi kedua perdagangan Hari Senin, 22 Maret 2021. Kemungkinan besar ke depannya harga masih akan berusaha bergerak naik karena berhasil melewati MA Cross.

Indikator RSI dan MACD juga mendukung potensi apresiasi ke depannya akibat mulai terlihat bergerak naik. Saat ini batas bawah pada Rp62 masih terlihat kuat yang menandakan potensi apresiasi juga masih kuat.

Pergerakan Harian Saham BUMI

Kemungkinan besar apresiasi ini akan membawa saham BUMI menuju Rp65 hingga Rp71 dalam beberapa hari ke depan. Namun dalam sesi perdagangan kedua ini, terlihat bahwa volume perdagangan mulai melambat.

Sehingga kemungkinan pada sesi perdagangan kedua ini akan terjadi koreksi perlahan sebelum kemungkinan naik lagi dalam beberapa hari ke depan. Namun semua masih menunggu sentimen dari IHSG yang nampaknya terlihat bergerak melemah.

 

Tags: