Wall Street Bervariasi, Indeks Dow Jones Menguat Terbatas

Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street bervariasi pada perdagangan Rabu, 29 Juni 2022 usai rata-rata indeks utama gagal menguat pada perdagangan saham sesi sebelumnya.

Selain itu, pasar bersiap untuk menutup perdagangan pada semester I 2022 termasuk yang terburuk sejak 1970. Pada penutupan perdagangan wall street, indeks Dow Jones naik 82,32 poin atau 0,27 persen menjadi 31.029,31. Indeks S&P 500 tergelincir 0,07 persen ke posisi 3.818,83. Indeks Nasdaq susut 0,03 persen menjadi 11.177,89.

Investor memperkirakan posisi terendah seiring aksi jual yang terjadi pada kuartal II 2022. Kekhawatiran ekonomi yang melambat dan kenaikan suku bunga yang agresif menghabiskan sebagian besar semester I 2022. Kekhawatiran resesi pun meningkat.

“Kami memperkirakan volatilitas yang signifikan pada musim panas ini, dengan reli jangka pendek diikuti pasar yang tertekan didorong makro ekonomi,” ujar Analis Senior Wells Fargo, Christopher Harvey dikutip dari laman CNBC, Kamis (30/6/2022).

Harvey melihat pasar tidak akan pertahankan reli hingga the Fed akan beralih dari pengetatan kebijakan moneter dengan kenaikan suku bunga 50-75 basis poin menjadi 25 basis poin.

Indeks S&P 500 yang turun sekitar 20 persen pada 2022 berada pada laju paruh pertama yang terburuk pada 2022 sejak 1970. Saat itu, indeks acuan susut 21,01 persen.

Baca juga: CEO Pinterest Turun Jabatan, Sahamnya Naik!

Sementara itu, secara kuartalan, baik indeks Dow Jones dan S&P 500 berada di jalur untuk kinerja terburuk sejak 2020. Indeks Nasdaq juga membukukan kinerja buruk dalam tiga bulan ini sejak 2008.

Pada Rabu pekan ini, saham General Mills naik sekitar 6,4 persen setelah perusahaan melampaui perkiraan pendapatan dan laba bersih untuk kuartal terakhir.

Saham Goldman Sachs bertambah hampir 1,3 persen setelah Bank of America meningkatkan rekomendasi beli. Bank of America juga mengatakan bank akan berkembang bahkan dalam perlambatan ekonomi.

Saham Amazon naik 1,4 persen setelah JPMorgan mengulangi peringkat overweight pada saham dan Redburn memulainya dengan membeli. Saham MetaPlatforms naik 2 persen, sementara Apple dan Microsoft masing-masing naik lebih dari satu persen.

Sementara itu, produsen chip pimpin koreksi setelah Bank of America menurunkan peringkat beberapa saham chip karena meningkatnya persaingan. Teradyne turun 5,2 persen. Advanced Micro Devices dan Micron masing-masing susut lebih dari tiga persen.

Saham Carnival turun 14,1 persen setelah Morgan Stanley memangkas target harga. Saham kapal pesiar lainnya pun tertekan. Saham Royal Caribbean dan Norwegian Cruise Line Holdings masing-masing turun 10,3 persen dan 9,3 persne.

Saham Bed Bath and Beyond anjlok 23,6 persen setelah perusahaan membukukan kerugian besar pada pendapatan kuartalan harapan pendapatan. Perseroan juga mengumumkan pengunduran diri CEO.

 

Sumber

Baca juga: Wall Street Anjlok, Dow Jones Koreksi Terbesar sejak 2020