PT Enseval Putera Megatrading Tbk (EPMT) belum lama ini lakukan kontrak kerja sama layanan distribusi vaksin kerja sama dengan PT Bio Farma (Persero).

Enseval Kerja Sama Vaksin

Presiden Direktur EPMT Djonny Hartono menjelaskan, kerja sama ini dilakukan dalam rangka membantu pemerintah dalam percepatan penanganan dan penanggulangan COVID-19. Hal ini sejalan dengan misi perseroan untuk berkontribusi dalam meningkatkan kualitas kesehatan melalui distribusi ketersediaan produk.

Melalui jaringan distribusi Enseval, perusahaan berharap dapat mempermudah dan mempercepat akses masyarakat untuk menerima vaksinasi. Semua agar sesuai program Kementerian Kesehatan Republik Indonesia khususnya dalam proses dan pelaksanaan distribusi vaksin COVID-19 ke fasilitas pelayanan kesehatan.

Seperti yang diketahui, kerja sama ini menjadi realisasi dari rencana pendistribusian vaksin Covid-19 oleh perseroan dengan pemerintah. Menyusul izin penggunaan untuk CoronaVac yang dikeluarkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

CoronaVac sendiri adalah vaksin Covid-19 milik Sinovac asal Tiongkok. Pemberian izin ini dengan mempertimbangkan hasil uji klinis di Indonesia, Brasil, dan Turki. Uji klinis menunjukkan antivirus SARS -CoV-2 memiliki keamanan dan kemanjuran menangkal Covid-19.

Sedangkan untuk area penugasan distribusi, Djonny mengatakan, pihaknya saat ini masih berdiskusi lebih lanjut mengenai wilayah distribusi vaksin yang akan menjadi penugasan bagi Enseval.

Penandatangan kontrak itu dilakukan oleh Sri Harsi Teteki selaku Direktur Pemasaran, Penelitian, dan Pengembangan PT Bio Farma (Persero). Kemudian Dedy Ardiansyah sebagai Deputy Director Sales & Business Development Enseval dan Fransiscus Sutarsono, General Manager Operation Enseval di Kantor Bio Farma, Bandung.

Target Pertumbuhan 2021

Adapun sebelumnya pada tahun ini, anak usaha dari PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) tersebut menargetkan pertumbuhan penjualan hingga 6-8% dibandingkan realisasi tahun 2019. Optimisme ini didukung ekspektasi pulihnya perekonomian Indonesia tahun 2021.

Presiden Direktur Kalbe Farma Vidjongtius mengatakan, pertumbuhan penjualan tersebut didukung rencana perseroan tahun ini. Rencana itu yakni menambahkan produk baru, area teritori baru, dan principal baru.

Baca juga: Saham Indonesia Menguat Namun Labil, Berikut Rekomendasi Analis

Perusahaan saat ini sedang memperhatikan pergerakan kuartal keempat 2020 memberikan harapan positif. Harapan tersebut adalah tahun 2021 berpotensi lebih baik dibandingkan dengan tahun 2020.

Tahun ini, perseroan menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) berkisar Rp100 miliar hingga Rp 200 miliar. Dana akan digunakan untuk pengembangan sarana distribusi dan logistik, investasi transformasi digital, pengembangan bisnis alat kesehatan dan pengembangan ritel apotek/klinik.

Sumber: Investor Daily

Tags: