Sentimen kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat membuat mayoritas pasar khawatir. Namun, bursa saham Indonesia berhasil naik pada perdagangan Kamis kemarin.

Indeks Harga Saham Gabungan berakhir di daerah positif dengan penguatan sebesar 1,12% ke posisi Rp6.347,82. Data perdagangan mencatat, nilai transaksi mencapai Rp 11,24 triliun dengan frekuensi sebanyak 1,11 juta kali.

Saham-saham yang paling banyak ditransaksikan antara lain, PT Astra International Tbk (ASII), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM).

Beberapa Rekomendasi Saham Analis

  1. MNC Sekuritas

IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatannya namun cenderung terbatas untuk menguji level 6.370-6.380. Selama IHSG belum mampu menembus resistance 6.400 dan 6.505 secara agresif, maka MNC Sekuritas memperkirakan, IHSG masih rawan terkoreksi. Area koreksi IHSG terdekat berada pada area 6.000-6.150.

Saham pilihan:

  • ASII
  • EXCL
  • ICBP
  • DOID
  1. Binaartha Sekuritas

Berdasarkan rasio fibonacci, adapun support maupun resistance minimum berada pada 6.307.84 hingga 6.394.45. Berdasarkan indikator, MACD, Stochastic dan RSI telah menunjukkan sinyal positif. Di sisi lain, terlihat pola upward bar yang mengindikasikan adanya potensi penguatan lanjutan pada pergerakan IHSG sehingga kedepannya berpeluang menuju ke resistance terdekat.

Saham pilihan:

  • ADHI
  • AKRA
  • BBTN
  • BNGA
  1. Reliance Sekuritas

Imbal hasil Treasury sepuluh tahun naik menjadi 1,75% untuk pertama kalinya sejak Januari 2020, sedangkan imbal hasil obligasi 30-tahun menembus 2,5% untuk pertama kalinya sejak Agustus 2019 setelah pertemuan Federal Reserve hari Rabu.

Ketua Bank Sentral Amerika, Jerome Powell, menyampaikan akan terus memompa berbagai kebijakan untuk mendorong perekonomian AS bangkit di tengah kenaikan inflasi yang tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.

Saham pilihan:

  • ASII
  • ERAA
  • EXCL
  • UNVR
  1. BNI Sekuritas

IHSG menunjukkan momentum weak bullish, didukung Stochastic netral, candle bullish one white soldier, MACD netral. Fase Akumulasi & Trend bullish selama di atas 6.151 gap, trend Volume menurun, penutupan di atas 6.307 (5 Day MA). Jika closed di bawah 6.151, IHSG berpeluang menuju target 6.090/6.018/5 954. Jika di tutup di atas 6.151 gap berpeluang menuju 6.314 DONE/6.398/6.504.

Saham pilihan:

  • GGRM
  • EXCL
  • GJTL
  • PTPP

Sumber: CNBC Indonesia

Tags: