Andrew Bailey Gubernur Bank of England atau Bank Sentral Inggris, nampaknya masih tidak terlalu menyukai bitcoin. Hal tersebut terlihat dari wawancara terbarunya dengan pernyataan yang dibuat kepada publik.

Gubernur Bank Sentral Inggris Tidak Suka Bitcoin

Dalam sebuah wawancara terbaru, Bailey menjelekkan bitcoin dan mengatakan bahwa investor harus siap untuk kehilangan uang investasinya ke aset tersebut. Ia menyatakan dalam sebuah wawancara bahwa,

“Mereka tidak memiliki nilai intrinsik. Itu tidak berarti mengatakan orang tidak menghargai mereka, karena mereka dapat memiliki nilai ekstrinsik, tetapi mereka tidak memiliki nilai intrinsik. Saya akan mengatakan ini dengan sangat lancang. Beli hanya jika siap kehilangan semua uang anda.”

Bailey telah ditugaskan untuk mengatur Bank of England sejak Maret 2020. Ini ironis dalam arti bahwa saat itulah bitcoin pertama kali mulai turun, sebagian besar karena pandemi memasuki pasar global.

Saat itu, bukan hanya bitcoin yang jatuh lesu. Properti, saham, dan banyak aset lainnya turun secara tak terduga, dan saat itu, aset tersebut belum akan pulih dalam waktu dekat.

Namun semua salah, terutama bitcoin yang keluar dari pandemi dengan lebih kuat dari sebelumnya. Dua bulan setelah bitcoin jatuh, Bitcoin telah mengalami kenaikan yang serius.

Satu tahun kemudian, ia diperdagangkan dalam kisaran $50.000 yang merupakan harga yang tinggi. Apresiasi tersebut membuatnya sebagai salah satu aset terkuat setelah pandemi terjadi.

Baca juga: Joe Biden Pidato, Pasar Keuangan Relatif Bergerak Turun

Mempertimbangkan semua informasi ini, menarik bahwa Bailey belum memperhatikan kekuatan baru yang ditemukan di antara bitcoin dan crypto lainnya. Mungkin hal tersebut dipengaruhi oleh kenyataan bahwa dia bekerja di lingkungan keuangan tradisional.

Oleh karena itu ia belum memperdalam untuk melihat melewati Batasan dan tembok yang dapat diciptakan oleh sistem moneter terpusat. Selain itu ia juga tidak memperdalam kekuatan nyata dari crypto akibat juga dapat mengancam kedudukannya.

Menuju Era Baru

Namun, waktunya telah tiba untuk memperhatikan hal ini mengingat bitcoin tidak lagi dipandang sebagai aset spekulatif. Sekarang Bitcoin dianggap sebagai alat lindung nilai yang berpotensi menjaga portofolio orang tetap aman dan stabil selama masa perselisihan ekonomi.

Bitcoin menghadirkan tantangan dan persaingan serius bagi bank, dan dengan demikian banyak yang mulai menawarkan layanan berbasis kripto. Hal tersebut membuat jasa layanan keuangan mulai berubah saat permintaan tumbuh dan lingkungan keuangan keseluruhan berubah.

Menariknya, Bank Sentral Inggris baru-baru ini berfungsi sebagai papan reklame utama untuk bitcoin, meskipun tidak sepenuhnya jelas apakah ia menginginkannya. Seseorang telah membuat pesan yang mereka proyeksikan ke tembok bank.

Pesan ini merupakan kritik yang jelas pada sistem uang terpusat. Selain itu, pesan tersebut menyatakan bahwa bitcoin dapat menyelesaikan banyak masalah keuangan dunia terutama dari sistem tersentralisasi.

Sehingga nampaknya saat ini Inggris menjadi negara yang relatif juga tertinggal dalam masalah crypto akibat mayoritas negara lain sudah mulai mengadopsi. Mengingat kondisinya yang masih rentan setelah Brexit, langkah bar harus segera ditentukan oleh Inggris untuk memiliki ekosistem keuangan terbaik dan terbaru.

Tags: