PT Mayora Indah Tbk (MYOR) mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,08 triliun atau naik 10,91% dari periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp977,93 miliar.

Sejalan dengan pertumbuhan laba, penjualan perseroan juga naik sebesar 11,77% menjadi Rp22,22 triliun dari sebelumnya sebesar Rp19,88 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan, penjualan produk makanan olahan dalam kemasan tercatat sebesar Rp13,25 triliun, dan penjualan minuman olahan dalam kemasan sebesar Rp8,97 triliun.

Sementara itu, berdasarkan geografisnya, penjualan di Indonesia tercatat sebesar Rp12,62 triliun. Kemudian, angka penjualan di Asia tercatat sebesar Rp9,18 triliun, dan penjualan di negara lainnya tercatat sebesar Rp416,88 miliar.

Dari sisi pengeluaran, beban pokok penjualan MYOR naik 18,11% menjadi Rp17,48 triliun dari sebelumnya sebesar Rp14,80 triliun.

Baca juga: Mayora Positif Terhadap Proyeksi Penjualannya Tahun Ini!

Adapun, beban usaha perseroan tercatat sebesar Rp3,28 triliun, dengan beban penjualan sebesar Rp2,76 triliun serta beban umum dan administrasi sebesar Rp515,13 miliar.

Per September 2022, total nilai aset perseroan tercatat sebesar Rp22,49 triliun, naik 12,95% dari akhir Desember 2021 yang sebesar Rp19,91 triliun. Adapun, liabilitas tercatat sebesar Rp10,55 triliun dan ekuitas sebesar Rp11,93 triliun.

Perseroan menargetkan penjualan hingga akhir 2022 tumbuh sebesar 10%.

Manajemen MYOR optimistis target tersebut dapat tercapai, pasalnya kondisi pandemi mulai melandai dan mobilitas masyarakat kembali pulih.

Untuk meningkatkan kinerja, manajemen perseroan berupaya mengelola pertumbuhan secara selektif, dengan memilih produk-produk dan saluran-saluran tertentu. Selain itu, program pemasaran juga dilakukan dengan lebih targeted dan tepat guna.

 

 

Sumber

Baca juga: Elon Musk Bertemu Luhut, Saham Mayora Ikut Naik, Kok Bisa?