Emiten PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) bakal membagikan dividen interim senilai Rp 405 miliar atau Rp 13,5 per saham.

Pembagian dividen SIDO ini berdasarkan keputusan direksi tanggal 27 Oktober 2022 dan persetujuan dewan komisaris berdasarkan keputusan dalam rapat dewan komisaris tanggal 18 Oktober 2022.

“Perseroan akan melaksanakan pembagian dividen interim tunai sebesar Rp 13,5 per saham untuk tahun buku 2022 (periode 1 Januari 2022 sampai dengan 30 Juni 2022),” berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (28/10/2022)

Data keuangan Sido Muncul per 30 Juni 2022 yang mendasari pembagian dividen adalah laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk Rp 445,59 miliar, saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya Rp 765,86 miliar, dan total ekuitas Rp 3,24 triliun.

Adapun jadwal pembagian dividen interim SIDO, yakni cum dividen di pasar reguler dan negosiasi tanggal 7 November 2022, ex dividen di pasar reguler dan negosiasi 8 November, cum dividen di pasar tunai 9 November, ex dividen di pasar tunai 10 November, recording date 9 November, dan pembayaran dividen 18 November.

Baca juga: Komisaris SIDO Resmi Mundur Walau Baru Diangkat

Direktur PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) Leonard menjelaskan perusahaan mencatatkan pemulihan kinerja pada kuartal III 2022 dibandingkan kuartal II 2022 seperti yang perseroan harapkan. Namun secara kumulatif 9 bulan pertama 2022, SIDO masih mencatatkan penurunan penjualan sebesar 6% dan laba bersih terkoreksi 17%.

“Peningakatan kinerja kuartal III disebabkan permintaan produk-produk kesehatan konsumen dari basis yang tinggi karena adanya pandemi Covid-19,”ungkap Leonard dalam keterangnya Rabu (26/10/2022).

Leonard menambahkan dengan peningkatan kinerja pada kuartal ke III 2022 dibandingkan kuartal II 2022 Sido Muncul optimistis permintaan produk kesehatan terutama herbal terus bertumbuh. “Dalam perspektif jangka panjang, kinerja SIDO masih mencerminkan solid,” tuturnya.

SIDO mencatatkan kas netto sebesar Rp 858 miliar dan tidak memiliki pinjaman keuangan sehingga tidak ada paparan atas risiko kenaikan tingkat suku bunga ke depannya. Sedangkan total aset bertumbuh 6% menjadi sebesar Rp 3,88 triliun pada 9 bulan pertama tahun 2022 dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 3,65 triliun.

 

 

Sumber

Baca juga: Laba BTN Naik 50% di Q3 2022