Pasar kripto hari ini masih bergairah meski perilisan kinerja keuangan beberapa emiten teknologi di Amerika Serikat (AS) mulai mengecewakan.

Melansir data dari CoinMarketCap pada pukul 10:00 WIB, Bitcoin melesat 2,58% ke posisi harga US$ 20,731,77/koin atau setara dengan Rp 322.171.706/koin (asumsi kurs Rp 15.540/US$). Sedangkan untuk Ethereum melonjak 4,74% ke posisi US$ 1.554,09/koin atau Rp 24.150.559/koin.

Adapun untuk koin digital (token) alternatif (altcoinmeme anjing Shiba Inu yakni Dogecoin melejit 15,79% ke US$ 0,07506/koin (Rp 1.166/koin)

Bitcoin bertahan di level psikologis di US$ 20.000 pada hari ini, setelah pada perdagangan kemarin berhasil menyentuh level psikologis tersebut.

Pasar kripto kembali menguat, meski perilisan kinerja keuangan beberapa emiten teknologi di AS mulai mengecewakan.

Bitcoin bahkan sempat menyentuh kisaran US$ 21.000, setelah bank sentral Kanada (Bank of Canada/BoC) kemarin kembali menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin (bp) menjadi 3,75% tetapi lebih rendah dari ekspektasi pasar sebesar 75 basis poin.

Baca juga: Elon Musk Bercuit, Dogecoin Melambung Lagi!

BoC menjadi bank sentral yang juga agresif dalam menaikkan suku bunga. Hingga saat ini, tercatat sudah ada 6 kali kenaikan, bahkan pada Juli lalu sebesar 100 basis poin dan September 75 basis poin.

Bank sentral mulai mencatat kekhawatirannya tentang perlambatan ekonomi. Para bankir sentral secara global telah mencoba untuk menjinakkan inflasi tanpa memicu resesi yang tajam.

“Pertumbuhan ekonomi diperkirakan akan terhenti hingga akhir tahun ini dan paruh pertama tahun depan karena efek dari suku bunga yang lebih tinggi menyebar ke seluruh perekonomian,” kata BoC dalam sebuah pernyataan yang mencatat kemajuannya dalam memangkas inflasi ke bawah, menggarisbawahi kekhawatirannya tentang potensi perlambatan ekonomi.

Bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (The Fed) sepertinya mulai mempertimbangkan untuk memperlambat laju kenaikan suku bunga acuannya, setelah mereka sadar bahwa sikap agresifnya dapat membuat ekonomi AS kembali melambat.

Sebelumnya Wall Street Journal (WSJ) melaporkan beberapa pejabat The Fed mulai mengisyaratkan keinginan mereka untuk memperlambat laju kenaikan segera.

“Artikel Wall Street Journal yang menyebutkan laju kenaikan suku bunga sedang dipertimbangkan oleh para pelaku pasar,” kata Daniel Ghali, ahli strategi komoditas di TD Securities, dikutip dari Reuters Jumat lalu.

 

 

Sumber

Baca juga: Dolar AS Langka di China, Kok Bisa?